Take a fresh look at your lifestyle.

Atap Rusak Tembok Miring, SD Pagongan 01 Butuh Perhatian

118

DUKUHTURI – SD Pagongan 01, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, nyaris ambruk. Hal itu dikarenakan tembok bangunan sekolah tersebut miring dan atap bangunan rusak. Kondisi tersebut membuat sebagian siswa dipindahkan di Sanggar Pramuka Dukuhturi.

Kepala SD Pagongan 01, Tri Mujiasih mengatakan, kondisi rusaknya bangunan sekolah itu, diawali dengan runtuhnya eternit di ruang kelas 1 dan 2 pada pertengahan Oktober 2019. Saat itu, tiba-tiba enternit ruang kelas 1 runtuh. Padahal, cuaca dalam kondisi kemarau. Beruntung, pada saat kejadiaan para siswa baru keluar untuk melakukan kegiatan olahraga.

“Kira-kira 2 menit setelah siswa keluar kelas, enternit runtuh. Guru kelas 1 sempat histeris melihat kejadian itu,” katanya.

Menurut dia, setelah kejadiaan runtuhnya eternit di kelas 1 yang ditempati rombel 1a dan rombel 2a secara bergantian, pada malam harinya kejadian serupa juga terjadi pada ruang kelas 2 yang ditempati siswa rombel 1b dan rombel 2b secara bergantian. Kondisi tersebut membuat dua ruangan tersebut terpaksa dikosongkan. Sedangkan, dua ruangan itu ditopang dengan menggunakan bamboo agar tidak ambruk.

“Siswa kelas 1 dan 2 menempati bangunan ruang kelas 3 yang memiliki dua ruang kelas. Sedangkan, siswa kelas 3 menempati bangunan Sanggar Pramuka Kwaran Dukuhturi yang tempatnya sebelah selatan SD Pagongan 01,” ujar Kepala SD Pagongan 01 yang juga menjabat Ketua Kwaran Dukuhturi itu.

Sementara itu, lanjut dia, tidak hanya dua ruang kelas 1 dan 2, tapi 2 ruang kelas lainnya yakni kelas 5 dan 6 juga nyaris ambruk. Tembok bangunan sudah miring atau tidak simetris. Hal itu diduga bangunan tersebut sudah tua, karena terakhir direhab 15 tahun lalu.

“Beruntung, tanahnya tidak labil. Mungkin kalau tanahnya labih sudah ambruk dari dulu,” ujarnya.

Ditambahkan, kerusakan bangunan sekolah itu telah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal. Bahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan hal tersebut ke DPRD Kabupaten Tegal. Namun demikian, hingga kini belum ada informasi akan dilakukan perbaikan.

“Kami juga pernah menyampaikan kerusakan sekolah ini dalam Musrenbang, tapi tidak pernah mendapatkan anggaran,” katanya. (Wiwit/red03)

BERITA LAINNYA