Take a fresh look at your lifestyle.

ASN Diminta Terapkan Budaya Kerja “Meditasi”

87

SLAWI- Bupati Tegal, Umi Azizah mengharapkan segenap pegawai di Kabupaten Tegal menerapkan budaya kerja yang mendobrak kultur atau budaya birokrasi yang kurang adaptif terharap tuntutan perubahan zaman. Budaya kerja ini dilandasi dengan komitmen  melayani , disiplin, integritas dan profesional atau Meditasi.

Hal ini disampaikan Umi Azizah pada saat membuka rapat koordinasi implementasi penerapan budaya kerja di Pendapa Amangkurat, Slawi, Rabu (12/8). Rakor tersebut diadakan oleh Bagian Organisasi Setda Kabupaten Tegal.

Adanya budaya yang kurang baik , kata Umi, jangan sampai menjadi kebiasaan bahkan menular ke pegawai lain.

“Salah satunya datang saat absen, lalu menghilang tanpa ada alasan yang jelas dan baru datang kembali saat absen pulang,” kata Umi.

Di sisi lain, kata Umi, beberapa pegawai benar-benar bekerja sampai terkadang lupa absen pulang atau bahkan terlambat saat absen keberangkatan. Bukan tidak tertib, tetapi karena sibuk mengerjakan tugas dari malam hingga pagi hari di rumah masing-masing sehingga terlambat untuk sampai ke kantor.

Untuk itu, Umi menawarkan golden handshake atau secara sukarela mengundurkan diri dengan pesangon bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) yang tidak produktif, sehingga beban negara bisa berkurang atau dialihkan dengan merekrut ASN baru ataupun PPPK.

Dengan kondisi seperti itu, Umi berharap aplikasi e-kinerja sebagai platform digital untuk mengendalikan dan memonitor kinerja pegawai dapat mengukur kerja-kerja ASN menjadi lebih terstruktur dengan disertai pemberlakuan sistem merit dan pengendalian yang kuat dari atasan.

“Dengan e-kinerja ini bisa kita petakan, mana ASN yang kerja betulan dan ASN abal-abal, yang tidak ada kerjanya sama sekali, tidak lagi produktif,” ujar Umi.

Umi mengatakan, sistem merit sebagai kebijakan dalam manajemen sumber daya ASN harus benar-benar diimplementasikan sebagai bagian dari langkah membangun budaya kerja yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Nantinya, sistem ini akan memperlakukan ASN secara adil dan profesional, termasuk memberikan remunerasi yang setimpal untuk pekerjaan-pekerjaan yang memiliki dampak penting bagi reformasi di sektor pelayanan publik. Ini sekaligus menghargai mereka yang berkinerja tinggi.

Komitmen tersebut, sebagai bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal serius melakukan perubahan, demi terbangunnya ruang iklim kompetisi yang positif untuk menghasilkan kerja-kerja kreatif, inovatif yang luar biasa dari ASN. (Sari/Red-06)

 

 

BERITA LAINNYA