Take a fresh look at your lifestyle.

Aparat Gabungan di Tegal Tertibkan Pengendara

124

* Ratusan Ditilang, Sidang di Tempat

TEGAL – Aparat penegak hukum gabungan dari Polri, TNI, Kejaksaan dan Pengadilan, tambah petugas Dishub, di Kota Tegal, diterjunkan langsung ke lapangan dalam rangka Operasi Zebra Candi 2019.

Razia polisi untuk penertibkan dan penegakan hukum itu, di Jl Kapten Sudibyo, tepatnya di depan Kantor Samsat, digelar pagi hari selama dua jam. Tepatnya mulai pukul 07.30 hingga pukul 09.30, Jumat (1/11).

LANGSUNG SIDANG : Seorang pengendara sepeda motor yang terkena tilang, saat mengikuti sidang di tempat yang digelar di teras Kantor Samsat Tegal, Jumat (1/11).(foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

Perincian aparat gabungan yang diterjunkan dalam razia kendaraan itu, dari Polres Tegal Kota adalah Sat Lantas. Kemudian TNI, diterjunkan dari unsur Sub Denpom IV/1-3 Tegal, Kejaksaan Negeri (Kejari) langsung dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. Pengadilan Negeri (PN) mengahdirkan hakim tunggal dan panitera pengganti, serta sejumlah petugas dari Dishub Kota Tegal.

Mereka bekerjasama, dan berbagi tugas sesuai bidangnya, untuk menertibkan dan melaksanakan penegakan hukum terhadap pengendara sepeda motor, sopir mobil, angkot, mikrobus, bus, pikap dan truk.

 

 

Personel Sat Lantas Polres Tegal Kota, saat memberikan surat tilang

Penegakan hukum, khusus pengendara sepeda motor, dan mobil pribadi diserahkan ke personel Sat Lantas. Sedangkan untuk kendaraan angkutan penumpang dan barang, perannya diambil alih petugas Dishub.

”Ini karena hari Jumat, waktunya digelar agak pagi dan hanya sekitar dua jam. Kegiatan Ini juga sebagai terapi kejut, agar pelanggar tak mengulangi perbuatannya dan kian tertib. Jadi siapa pun yang melanggar aturan lalu lintas, maka akan ditindak tegas. Kami berharap, penegakan hukum ini akan meningkatkan kesadaran berlalu lintas warga. Baik pengendara sepeda motor, mobil pribadi maupun angkutan barang dan angkutan penumpang,” terang Kapolres Tegal AKBP Siti Rondhijah SSi, didampingi Kasat Lantas AKP Ben Aras, di lokasi kegiatan.

Sidang Di Tempat

Penerjunan aparat gabungan, khususnya jaksa, hakim dan panitera pengganti, karena di lokasi itu digelar sidang di tempat. Artinya bagi pelanggar lalu lintas, yang sudah mendapat surat bukti pelanggaran (Tilang), langsung disidang di lokasi tersebut, dan mendapatkan vonis.

”Rata-rata vonisnya berupa denda, dan jumlah dendanya bervariasi, sesuai dengan tingkat kesalahan atau vonis yang diputuskan hakim tunggal,” terang Hakim PN Tegal yang bertugas dalam sidang di tempat itu, Frans Effendi Manurung SH MH, didampingi Panitera Pengganti Sarwono.

Sedangkan pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor, rata-rata masalah helm SNI dan kelengkapan kendaraan. Untuk dendanya, sejauh pemantauan, ada yang mulai senilai Rp 60.000 hingga Rp 90.000.

Menurut dia, sidang di tempat sangat menguntungkan bagi pelanggar atau terdakwanya. Karena dapat berlangsung cepat. Begitu vonis diketok, bayar denda, dan bisa langsung ambil barang buktinya.

Karena itulah, bila pelanggar lalin sudah mendapat surat tilang dari Sat Lantas maupun Dishub, dan diajukan panitera pengganti ke persidangan, maka akan langsung diproses. Jika sampai pelanggar atau terdakwanya tak hadir, maka hakim tunggal akan langsung memutus perkaranya tanpa kehadiran terdakwa.

Sebaliknya bila menghendaki sidang di hari lain, maka prosedurnya akan memakan waktu lama. Karena selain antrean waktu sidang cukup panjang, mengambil barang buktinya pun harus antre lagi di kantor Kejari.

Hingga pukul 10.00, sudah ada dua terdakwa yang tak bisa hadir saat sidang di tempat, sebanyak 19 pelanggar lainnya hadir dan setelah disidang, membayar dendanya. Di sisi lain, di lokasi itu, tercatat ratusan pengendara sepeda motor, mikrobus, pikap dan truk, ditilang.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA