Take a fresh look at your lifestyle.

Antisipasi Korona, Golkar Minta Perubahan APBD Dipercepat

138

SLAWI – Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal meminta untuk dilakukan percepatan pembahasan Perubahan APBD Kabupaten Tegal tahun 2020. Hal itu dimaksudkan agar anggaran bencana untuk mengantisipasi mewabahnya Virus Korona (Covid-19), ditambah. Pasalnya, diprediksi bakal terjadi lonjakan warga yang masuk ke Kabupaten Tegal menjelang Lebaran tahun ini.

“Virus Korona semakin merebak. Situasi saat ini sudah darurat, sehingga butuh percepatan pembahasan Perubahan APBD,” kata Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni, Selasa (17/3).

Dikatakan, dana penanggulangan bencana adalah dana yang digunakan untuk menanggulangi bencana pada tahap prabencana, tanggap darurat, dan/atau pascabencana. Tahun ini, anggaran tersebut hanya sekitar Rp 6 miliar. Sedangkan kebutuhan untuk mengantisipasi merebaknya virus corona di Kabupaten Tegal, tentu lebih banyak dari nominal itu. Karena ruang isolasi di RSUD dr Soeselo Slawi juga masih minim. Terlebih peralatannya juga masih membutuhkan kelengkapan.

“Kalau kita bisa rasionalisasi biaya rapat-rapat, kunker dan lain-lain, kita bisa siapkan puluhan miliar rupiah, bila perlu ratusan miliar rupiah,” ujar Jeni, sapaan akrab Wakil Ketua Komisi III itu.

Nantinya, lanjut Jeni, dana itu akan dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal. Namun, untuk eksekusinya bupati. “BPBD hanya koordinator saja. Eksekusi tetap bupati,” ucapnya.

Ditambahkan, tidak lama lagi, ribuan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Tegal akan pulang kampung. Mereka harus didata dan diperiksa. Pendataan dan pemeriksaan tentu membutuhkan biaya yang banyak. Jika tidak ada biaya yang disiapkan sejak dini, Pemkab Tegal bakal kewalahan.

“Kita jangan santai menghadapi penyakit ini. Daerah lain sudah banyak yang lockdown. Kita harus siapkan dari sekarang. Terutama untuk anggarannya,” tegasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA