Take a fresh look at your lifestyle.

Antisipasi Kerusuhan Pilkades, Polres Brebes Simulasikan Sispamkota

219

BREBES – Jajaran Polres Brebes melaksanakan simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota), Rabu (11/12), di halaman Islamic Center Brebes. Simulasi itu digelar sebagai persiapan dalam mengantisipasi kerusuhan yang terjadi dalam pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Brebes, 15 Desember mendatang.

Sebanyak 108 desa yang tersebar di 17 Kecamatan, di Kabupaten Brebes akan melaksanakan Pilkades serentak tersebut. Sementara, dari pemetaan jajaran Polres Brebes, wilayah Kecamatan Jatibarang dinilai rawan gesekan antara pendukung calon.

Dalam simulasi tersebut, diperagakan upaya polisi dalam membubarkan aksi demo anarkis yang dilakukan pendukung salah satu calon kepala desa. Kerusuhan yang pecah menyebbkan polisi dan masa pendemo terlibat gesekan. Massa pendemo yang jumlahnya ratusan orang, terus merangsek menyerang petugas yang mengamankan jalannya pencoblosan pilkades tersebut.

Lantaran aksi pendemo semakin tidak terkendali, ratusan personel anti huru hara Polres Brebes diterjunkan, termasuk pasukan khusus sepeda motor. Tak hanya itu, sebuah mobil water canon juga diturunkan untuk membubarkan pendemo. Sejurus kemudian, tembakan gas air mata dilancarkan petugas terhadap gerombolan pendemo.

Dalam aksi itu, digambarkan juga seorang petugas yang luka akibat serangan pendemo, dan harus dievaluasi. Massa akhirnya bisa dibubarkan dan situasi bisa terkendali.

Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono melalui Waka Polres Brebes, Kompol M Faisal Perdana menjelaskan, simulasi digelar sebagai upaya persiapan sekaligus mengecek kemampuan anggotanya dalam mengantisipasi terjadinya kerusuhan masa, dalam pilkades serentak di Brebes. Sehingga saat diterjunkan di lapangan, mereka sudab siap dan memahami prosedur yang diterapkan sesuai aturan. “Simulasi ini untuk melihat kesiapan personel kami, dalam mengamankan Pilkades serentak 108 desa. Sekaligus memberikan gambaran jika terjadi aksi protes dari masa pendukung calon kades,” ujarnya usai kegiatan.

Menurut dia, dari hasil pemetaan di lapangan, Kecamatan Jatibarang menjadi wilayah yang dinilai rawan terhadap gesekan saat pilkades. Potensi gesekan itu bisa muncul dari masing-masing pendukung calon kades. “Kalau titik yang rawan, hasil pemetaannya ada di Kecamatan Jatibarang. Untuk itu, daerah ini akan mendapat penanganan khusus. Sementara untuk desa lain relatif kondusif,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sedikitnya ada 4.000 personel gabungan yang akan diterjunkan dalam pengamanan pilkades serentak. Yakni, sektar 700 personel dari Polres Brebes. Sedangkan sisanya, bantuan BKO Polda Jateng, TNI dan Linmas. “yang jelas kami siap mengamankan. Kami juga mengimbau warga agar bersama-sama menjaga kondusifitas desanya,” pungkasnya.

(Bayu Setiawa-red2)

BERITA LAINNYA