Take a fresh look at your lifestyle.

Angka Kematian Covid-19 di Kabupaten Tegal Tinggi, Ini Penyebabnya

93

SLAWI – Tingkat kematian pasien yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Tegal tinggi dibandingkan nasional, Jawa Tengah, bahkan dunia. Kabupaten Tegal secara persentase tingkat kematian mencapai 11 persen, sedangkan tingkat kematian skala dunia hanya 4,4 persen. Kondisi itu harus disikapi melakukan pengawasan ketat di setiap wilayah.

“Pasien positif Virus Korona sebanyak 36 orang, dan yang meninggal dunia 4 orang. Secara jumlah sedikit, tapi jika dipersentase cukup tinggi sekitar 11 persen,” kata Sekda Tegal, Widodo Joko Mulyono saat Koferensi Pers di Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Kamis (16/7).

Dikatakan, pasien Covid-19 untuk skala dunia sebanyak 12,9 juta dengan kematian 570.288 orang atau 4,4 persen. Di tingkat nasional jumlah pasien positif Korona sebanyak 80.094 orang dengan tingkat kematian 3.797 orang atau 4,7 persen. Sementara itu, di tingkat Jateng pasien psoitif Korona sebanyak 6.377 orang dengan tingkat kematian 548 orang atau 8,59 persen.

“Kenapa tinggi? Karena tiga orang yang meninggal dunia usianya di atas 60 tahun. Sedangkan 1 pasien yang berumur 40 tahun mengalami penyakit penyerta berupa jantung. Faktor utama mereka meninggal bukan semata-mata karena Virus Korona, tapi ada penyakit penyerta,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal, dr Hendadi Setiadi menjelaskan, posisi kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal dikategorikan berisiko rendah karena perkembangannya melandai. Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal mayoritas impor dari daerah lainnya. Paling tinggi dari wilayah Jakarta sebanyak 15 kasus. Kondisi itu harus disikapi dengan memaksimalkan Satgas kecamatan, desa dan program Jogo Tonggo.

“Selalu waspada dan patuhi protokol kesehatan,” pintanya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA