Take a fresh look at your lifestyle.

Angin Kencang Tumbangkan Puluhan Rumah Di Kabupaten Tegal

56

SLAWI – Angin kencang menyapu puluhan rumah di sejumlah desa Kabupaten Tegal, Jumat (26/2) pukul 04.00. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi di lapangan, angin kencang yang datang dari arah utara ke selatan terjadi di waktu yang bersamaan Jumat (26/2) pukul 04.00. Angin kencang dari Laut Jawa itu melanda di Desa Tegalandong Kecamatan Lebaksiu yang merusak 8 rumah dan 1 warung. Selain itu, di Desa Kebandingan, Kecamatan Kedungbanteng sebanyak 22 rumah dan kabel listrik putus. Di Kecamatan Talang, angin merusak 3 rumah di Desa Bengle, Perpustakaan SD Negeri 01 Dawuhan, dan 14 rumah di Desa Dukuh Malang meliputi RT 9 dan RT 10 di RW 2.

Korban angin kencang asal Tegalandong, Miftahul Anam (48) mengatakan, hujan ringan yang melanda sejak Kamis sore (25/2) hingga Jumat (26/2) pukul 03.00, tidak menunjukan adanya angin kencang. Pasalnya, hujan kecil itu tidak disertai angin. Namun, tiba-tiba sekitar pukul 04.00, angin kencang dari arah utara ke selatan langsung menerbangkan atap rumah yang berada di sekitar sawah RT 1 RW 11.

“Tiba-tiba saja angin datang dengan kencang. Kami langsung berlindung di dalam rumah,” katanya.

Menurut dia, angin kencang itu berlangsung hanya beberapa menit. Tapi, angin itu mampu menerbangkan genting dan penutup atap rumah di wilayah tersebut. Atal rumah miliknya beterbangan terbawa angin kencang.

“Kerusakan berupa atap Galvalum sebanyak 8 lembar, asbes 6 lembar, dan 200 genteng pres,” terangnya.

Ketua PMI Kab Tegal, Iman Sisworo, didampingi Kepala Markas PMI, Sunarto menuturkan, PMI langsung bergerak saat mendapatkan informasi adanya angin kencang di Tegalandong. Hasil assesment PMI, ada 8 rumah dan 1 warung jajanan mengalami rusak berat dan ringan. Delapan rumah itu milik Nurohim (33) yang mengalami rusak ringan berupa genteng keramik 50 buah, Sutrisno (35) yang mengalami rusak sedang berupa 8 atap galvalum, Bambang (43) yang mengalami rusak ringan berupa genteng keramik, Miftahul Anam (48) yang mengalami rusak berat berupa galvalum 8 lembar, asbes 6 lembardan genteng pres 200 buah.

“Sisanya mengalami rusak ringan dan sedang. Saat ini, kerusakan rumah sudah mulai diperbaiki,” katanya.

Sementera itu, lanjut dia, kerusakan akibat dampak angin kencang di Kebandingan sebanyak 22 rumah, tapi yang mengalami rusak berat sebanyak 7 rumah. Kerugian material akibat angin kencang itu sekitar Rp 46 juta. Sedangkan di Kecamatan Talang di Desa Bengle yang merusak 3 rumah, kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta.

“Gedung Perpustakaan SD Negeri 01 Dawuhan mengalami kerusakan berat, ditaksir kerugian sekitar Rp 150 juta dan kerusakan 14 rumah di Desa Dukuhmalang ditaksir mencapai Rp 100 juta,” pungkasnya.

BERITA LAINNYA