Take a fresh look at your lifestyle.

Anggota Komisi VII DPR RI Dukung IPO Pertamina Internasional Shipping

76

BREBES,smpantura.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Paramitha Widya Kusuma menyatakan, mendukung sub holding Pertamina PT Pertamina International Shipping (PIS) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021 ini. Melalui langkah Initial Public Offering (IPO) itu, diharapkan Pertamina bisa lebih berkembang, dan tetap menjadi tulang punggung ekonomi negara.

“Kalau Menteri BUMN bisa jamin dengan IPO ini Pertamina bisa lebih berkembang dan tetap menjadi back bone ekonomi negara, serta distribusi BBM/ BBGbisa dijamin tidak akan terganggu, kenapa kita tidak dukung untuk IPO?” tandas Paramitha, Jumat (7/5), di kediamannya Komplek Islamic Center, Brebes, Jawa Tengah.

Dia mengatakan, masalahnya siapa kemudian yang akan menjamin bahwa penugasan dari pemerintah kepada Shipping Pertamina untuk mendistribusikan BBM/BBG ke daerah daerah wilayah 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) tetap dapat dijalankan. Ini dinilai penting karena menyangkut hajat hidup orang banyak dan hidup berkeadilan. Yaitu, di mana pun rakyat Indonesia berada harus mendapatkan hak dan kualitas yang sama akan BBM/BBG. Pihaknya tidak ingin dikemudian hari setelah IPO dilaksanakan oleh Pertamina terjadi kegaduhan politik dan kegaduhan kesenjangan karena mereka tidak mendapat hak dan kualitas BBM/BBG. Kemudian masalah tersebut begitu saja diserahkan ke Pertamina untuk bertanggung jawab. “Tentunya karena ini kan programnya Kementerian BUMN. Apalagi setiap pemegang saham sekalipun minoritas 1 % harus dilindungi kepentingannya,” tandas politisi muda dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Menurut dia, bisnis disektor Migas tidak hanya menjadi kepentingan nasional saja, tetapi bisnis migas sangat terkait dengan geopolitik dunia sehingga percaya atau tidak bahwa 70% konflik dunia yang terjadi karena memperebutkan Migas atau energi. Seperti yang terjadi di wilayah Timur tengah. Fakta lain, penguasaan Pertamina sebagai perusahaan milik negara hanya memiliki 10-15% saja dari Produksi Nasional Migas di Indonesia, selebihnya dimiliki oleh asing. Oleh karena itu, pihaknya mendorong upaya pengembalian blok-blok minyak yang dikuasai asing ke negara setelah kontraknya terminasi. Di antaranya Bok Migas West Madura Offshore (WMO) – Kodeco, Cnooc, Pertamina; Blok Migas Mahakam – Total Perancis dan Inpex jepang; Offshore North West Java; BP, Pertamina; Blok Rokan – Chevron, dan lainnya.

“Direktorat Hulu Pertamina saat ini sedang terpuruk, namun secara keseluruhan Pertamina dapat diselamatkan oleh kinerja dari Direktorat pemasaran termasuk Shipping,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA