Take a fresh look at your lifestyle.

Anggota DPR RI Minta Dirut Pertamina Utamakan Warga Korban Kebakaran

- Tragedi Kilang Balongan

149

BREBES, smpantura.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Paramitha Widya Kusuma, mengaku prihatin atas tragedi kebakaran tangki BBM di Refinery Unit (RU) VI Balongan atau Kilang Balongan, Senin dini hari (29/3). Selain berharap tragedi itu tidak mengganggu distribusi BBM di DKI dan sekitarnya, ia juga meminta agar Direktur Utama (Dirut) Pertamina mengutamakan penanganan terhadap warga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. 

“Kejadian ini cukup besar, dan hampir mirip dengan kebakaran di RU IV Cilacap beberapa tahun lalu. Namun saya masih bersyukur karena bukan operasi kilangnya yang terbakar. Walaupun kemudian harus di shutdownkan,” kata Anggota Komisi VII DPR RI, Paramitha Widya Kusuma, saat dihubungi terkait peristiwa tersebut, Senin (29/3).

Anggota DPR RI Dapil IX ini mengatakan, Pertamina diharapkan segera melakukan perbaikan. Pihaknya juga meminta Dirut Pertamina memerintahkan General Manajer RU VI Balongan mencari penyebab kebakaran tersebut. BBM yang diproduksi Kilang Balongan itu sangat strategis, karena akan disalurkan untuk kebutuhan DKI ibu kota negara. Meski demikian pihaknya optimistis distribusi BBM ke Jakarta tidak akan berpengaruh banyak karena cadangan BBM yang ada di TBBM Balongan dan Plumpang masih aman.

Apalagi, lanjut dia, dari informasi yang diterimanya, cadangan BBM lebih dari delapan hari dari cadangan BBM pertamina untuk 20 harian. Ia percaya bahwa para pekerja kilang Balongan dalam hal ini para petugas Health, Safety, Security and Environtment (HSSE) sangat berpengalaman untuk mengatasi kebakaran seperti ini.

“Apakah ini human eror atau petir?, karena waktu kejadian kebakaran di balongan wilayah itu sedang terjadi hujan deras. Atau karena kelalaian manajemen untuk melakukan TA (Turn Around). Ini harus dipastikan penyebabnya,” kata dia.

Menurut dia, perbaikan besar kilang yang terencana harus dilakukan tepat waktu, sehingga jika ada kerusakan kilang dapat terdeteksi. Manajemenan kilang secara terus menerus dan berkelanjutan (continous improvement) harus meningkatkan kehandalan kilangnya. Kemudian memperhatikan dan memberikan jaminan kepada masyarakat yang menjadi korban kebakaran seperti biaya pengobatan dan biaya pasca pengobatan.

“Jangan abai memberikan bantuan makanan, pakaian hingga tempat evakuasi bagi masyarakat sekitar yang terdampak dari musibah ini,” pungkasnya.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA