Take a fresh look at your lifestyle.

Anggaran Tinggi, Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal Juga Tinggi

27

SLAWI,smpantura.com – Anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Tegal tahun 2021 dianggarkan Rp 86 miliar. Namun, tingginya anggaran tersebut tak sebanding dengan penanganan kasus Covid-19 di kabupaten tersebut. Terbukti, Kabupaten Tegal masuk zona merah Covid-19. Setiap hari, jumlah pasien Covid-19 rata-rata sekitar 60 orang.

“Anggaran Rp 86 Miliar, tapi penyerapannya baru sekitar Rp 900 juta. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Kenapa penyerapannya belum maksimal,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi Indrayani, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal terkait penangan Covid-19, di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Tegal, Jumat (18/6).

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Rustoyo dari Fraksi PDIP dan didampingi Wakil Ketua DPRD Rudi Indrayani serta Agus Solichin. Hadir dalam rapat itu, Wakil Bupati Tegal selaku Wakil Ketua Satgas Covid-19 Sabilillah Ardie, Sekda Kabupaten Tegal selaku Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, Komandan Kodim 0712 Tegal Letkol Inf Sutan Pandapotan Siregar, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tegal dan sejumlah Anggota Banggar DPRD Kabupaten Tegal serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tegal.

Rudi Indrayani mengungkapkan, anggaran untuk penanganan Covid-19 dialokasikan sejak 2020 lalu. Kala itu, Pemkab Tegal mengalokasikan sekitar Rp 156 miliar. Namun realisasinya hanya Rp 75 miliar. Sisanya dikembalikan lagi ke kas daerah. Sedangkan di tahun ini, resapannya juga belum maksimal.

“Kami heran, padahal kami sudah mengalokasikan anggarannya. Tapi kenapa masih begini. Kasus Covid masih tinggi. Kami sangat malu dengan daerah lain, kita (Kabupaten Tegal) selalu disebut di tingkat nasional,” kata Rudi tegas.

Rustoyo mengaku juga sangat menyayangkan anggaran yang belum digunakan maksimal. Padahal, anggota TNI-Polri sudah membantu menangani kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal. Namun, OPD yang mendapatkan alokasi anggaran penanganan Covid, sepertinya kurang serius.

“Kami amati, sepertinya banyak hal yang menjadi masalah. Penangan Covid lemah dan amburadul. Data kasus juga tidak sinkron. Terlebih penyerapan anggarannya juga lemah,” kata pentolan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Wakil Ketua Satgad Covid-19, Sabilillah Ardie, mengakui jika penyerapan anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 86 Miliar baru terserap sekitar Rp 900 juta. Mendasari keterangan dari Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabuparen Tegal, minimnya penyerapan itu karena terlambatnya petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat ihwal penggunaan anggaran Covid-19. Termasuk juknis untuk pembiayaan insentif tenaga kesehatan yang belum terbayarkan sejak November 2020 lalu. Totalnya sekitar Rp 40 miliar.

“Langkah kita untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah melakukan vaksinasi secara maksimal. Target kita sehari 4000 sampai 5000 dosis,” tegasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA