Take a fresh look at your lifestyle.

Anggaran Terbatas, Pemeliharaan Jalan Tak Maksimal

82

SLAWI – Musim hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Tegal membuat sejumlah ruas jalan rusak parah. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal telah berupaya memperbaiki jalan, namun hasilnya tidak maksimal. Perbaikan hanya bertahan beberapa hari, karena hujan kembali merusak jalan tersebut. 

“Perbaikan masih menggunakan base course atau lapisan pondasi. Jika menggunakan aspal akan mubadir,” kata Kepala DPU Kabupaten Tegal Hery Suhartono didampingi Kabid Jalan Sudarso, Jumat (12/2).

Dijelaskan, pihaknya mendapatkan banyak keluham dari masyarakat terkait dengan kerusakan jalan akibat hujan lebat. Diakui, baru beberapa titik yang diperbaiki. Seperti halnya di Perempatan Balamo dan Jalan Pangkah. Namun, setelah diperbaiki dengan base course dan dipadatkan, hanya bertahan beberapa hari.

“Setelah musim hujan selesai, kami akan perbaiki dengan menggunakan aspal. Jika dipaksakan dengan aspal, maka kondisinya juga akan sama rusak kembali,” ujarnya.

Dijelaskan, anggaran untuk pemeliharaan jalan terbatas, sehingga harus berhemat dalam memperbaiki. Jika dipaksakan semua jalan yang rusak diperbaiki saat musim hujan, maka anggaran akan habis sebelum waktunya. Sementara itu, tidak semua jalan bisa diperbaiki dengan anggaran pemeliharaan. Anggaran itu digunakan untuk perbaikan jalan rusak dengan status bagus dan sedang. Jika kerusakan parah, maka harus menggunakan anggaran peningkatan jalan.

“Pengukuran jalan rusak harus rutin dilakukan, karena kerusakan jalan tiap hari berubah,” katanya.

Ditambahkan, kerusakan jalan di wilayah Kramat harus dilakukan pengecekan ulang. Jika kerusakan parah tidak bisa menggunakan anggaran pemeliharaan. Tahun ini, dianggarkan peningkatan jalan untuk ruas Kramat-Kertayasa senilai Rp 99 juta. Selain itu, pembangunan drainase di tiga titik, masing-masing nilainya Rp 147 juta.

“Jika ada usulan jalan wilayah pantura semuanya dibeton, harus melalui beberapa persyaratan. Diantaranya, konektifitas dengan jalan nasional atau provinsi, dan tingkat volume kendaraan. Selain itu, betonisasi membutuhkan banyak anggaran,” pungkasnya. (H64)

BERITA LAINNYA