Take a fresh look at your lifestyle.

Anggaran Pengadaan CD di Dikbud Capai Rp 1,1 M

150

SLAWI – Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal menemukan anggaran yang diduga tidak diperlukan dalam pendemi Virus Korona (Covid-19). Anggaran itu yakni pengadaan Compact Disc (CD) Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 (Kurtilas) sebesar Rp 1,1 miliar (M).

Hal itu terungkap saat pembahasan Rapat Pembahasan Laporan Semester Pertama dan Prognosis 6 Bulan Berikutnya, serta Pembahasan APBD Perubahan Tahun 2020, di ruang Komisi IV setempat, Kamis (6/8). Rapat itu dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Faroh bersama anggota Komisi IV lainnya dan dihadiri Kepala Dikbud Kabupaten Tegal, Akhmad Was’ari dan pejabat Dikbud lainnya.

“Yang tidak mendesak, sebaiknya jangan diprioritaskan,” ucap Hj Noviatul Faroh.

Dijelaskan, pengadaan CD Kurtilas 2013 sekitar Rp 1,1 M. Novi menyebut, sepertinya perangkat itu tidak mendesak karena kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah menggunakan sistem daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

”Selain itu, anggaran di Bidang Kebudayaan (Dikbud) nilainya Rp 200 juta. Anggaran ini tidak sesuai dengan kondisi pandemi seperti saat ini,” katanya.

Menurut Novi, anggaran untuk beasiswa Anak Putus Sekolah (APS) juga terancam dicoret, karena data yang diusulkan tidak jelas. Dalam data tersebut ada yang tercatat 155 APS, 158 APS dan ada pula yang tercatat 115 APS. Dengan adanya data itu, Novi mengaku bingung.

“Ini datanya tidak jelas. Cara penyalurannya juga tidak dijelaskan. Saat ini masih pandemi. Tidak mungkin kalau harus tatap muka dengan jumlah APS sebanyak itu,” cetusnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi IV, Ninik Budiarti. Dia menegaskan, untuk pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) di sekolah sebaiknya dialihkan untuk pembelian kuota bagi para pelajar. Sebab, yang dibutuhkan pelajar saat ini adalah kuota. Mengingat sistem KBM di sekolah menggunakan PJJ.

“Untuk sementara ATK dialihkan dulu untuk kuota internet,” sarannya.

Sementara, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Tegal Akhmad Wasari meminta agar pembahasan ini ditunda. Karena data yang diusulkan belum sempurna.

“Kami mohon maaf, kami minta perpanjangan waktu untuk pembahasan ini. Karena ada beberapa bidang yang belum menyiapkan datanya secara valid,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA