Take a fresh look at your lifestyle.

Anggaran Penanganan Kasus Naik 20,96 Persen

101

SOSIALISASI DIPA : Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi didampingi Wakapolres Kompol Joko Wicaksono, saat sosialisasi DIPA TA 2020, dan pengarahan penggunaan anggaran tersebut, dihadapat para Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek, di Ruang Deviacita, Mapolres Tegal Kota.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

* Kapolres Tegal Kota ; Harus Maksimal dan Tepat Sasaran

TEGAL – Mabes Polri melalui Polda Jateng memberikan perhatian serius terhadap kinerja jajaran Sat Reskrim Polres Tegal Kota, dengan mengucurkan anggaran untuk penyelidikan dan penyidikan kasus, yang naik sebesar Rp 20,96 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran (TA) 2020, yang dipaparkan Kabag Ren Kompol Juliantoro, di Ruang Deviacita Mapolres Tegal Kota, Kamis (12/12).

”Untuk DIPA tahun depan, memang ada yang naik, tetap dan turun. Ini ditetapkan tentu dengan berbagai pertimbangan penting, antara lain, disesuaikan dengan kebutuhan dan skala prioritas di masing-masaing satuan kerja,” papar dia.

Perlu diketahui, anggaran yang diterima Sat Reskrim pada DIPA TA 2019, tercatat Rp 2.529.800.000. Untuk DIPA TA 2020, menjadi Rp 3.060.112.000, naik Rp 530.312.00 atau 20,96 persen.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi didampingi Wakapolres Kompol Joko Wicaksono menegaskan, kenaikan anggaran untuk Sat Reskrim, menjadi tantangan tersendiri bagi kesatuan tersebut.

Apalagi seiring dengan masuknya era milenial, kini sudah mulai dibarengi kemunculan sejumlah tindak kejahatan baru. Karena itulah dengan anggaran yang boleh dikatakan terbatas, tetap harus dilakukan upaya maksimal untuk peningkatan pengungkapan kasus.

Dapat Dipertanggungjawabkan

Saat sosialisasi DIPA dan pengarahan Kapolres Tegal Kota dihadapan satuan kerja (Satker) markas kepolisian itu, dia juga menegaskan agar dapat menggunakan anggaran yang diberikan negara sebaik mungkin, dan dapat dipertanggungjawabkan.

”Jangan main-main ya. Ini uang rakyat, yang harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. Meski anggaran terbatas, bekerjalah secara maksimal dan tepat sasaran,” ucap dia, dihadapan para Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek.

Menurut dia, gunakanlah anggaran tersebut secara cermat, cerdas dan efisien, dalam mendukung pelaksanaan tugas. Serta penggunaan anggaran yang diperuntukan harus sesuai dengan pos-posnya

“Saya harapkan penggunaan anggaran tepat sasaran. Disamping itu, jangan kita lupa untuk membuat laporan pertanggungjawaban terkait anggaran yang kita gunakan,” tandas Kapolres Tegal Kota.

Dia mengungkapkan, secara umum anggaran yang diterima markas kepolisiannya sekilas dari sisi perangkaannya, jumlahnya cukup besar. Sebagai perbandingan tahun 2019 menerima sebesar Rp 60.970.505.00. Untuk tahun 2020, naik menjadi Rp 63.874.798.000. Berarti terjadi kenaikan Rp 2.904.293.000, atau 4,76 persen.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Agus Budi Yuwono SH MH mengatakan, banyak tantangan yang dihadapi dalam menangani kasus di tahun depan. Apalagi sejumlah kasus yang dilakukan tahun 2019, beberapa masih akan berlangsung dan ditarget selesai tahun 2020.

”Kasus curanmor, masih mendominasi. Perlu banyak yang diungkap. Curat, curas, korupsi, penipuan dan penggelapan, ini menjadi perhatian penting kami,” ucap dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA