Take a fresh look at your lifestyle.

Anggaran Kelurahan Disamakan dengan Desa

161

SLAWI – Pemerintah akan menyetarakan anggaran kelurahan dengan anggaran desa, yakni Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Upaya itu dilakukan agar kelurahan tidak ketinggalan dengan pembangunan desa. Termasuk, Desa Slawi Kulon, Kecamatan Slawi yang nantinya jika berubah menjadi kelurahan.

“Jadi, kalau pertimbangannya anggaran menjadi alasan tidak mau berubah menjadi kelurahan, maka pemerintah akan menyetarakan dengan desa,” kata Asisten 1 Bidang Administrasi Pemerintahan Sekda Tegal, Dadang Darusman, baru-baru ini.

Dikatakan, penyetaraan anggaran kelurahan dengan desa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelurahan. Namun, pada intinya bahwa peralihan status Desa Slawi Kulon menjadi kelurahan agar pelayanan terhadap masyarakat lebih efektif dan cepat. Pasalnya, jika menjadi kelurahan nantinya pegawai kelurahan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diatur jam masuk dan jam pulang kerja.

“Letak geografis dan karaketristik kehidupan masyarakat Slawi Kulon sudah berubah. Makanya, dituntut untuk memberikan pelayanan yang cepat,” ujarnya.

Menurut dia, untuk perangkat desa, nanti akan kita beri penghargaan dan tali asih, jika sudah berubah menjadi kelurahan. Sedangkan untuk aset desa, lanjut Dadang, akan menjadi aset Pemkab Tegal. Termasuk tanah bengkok yang berada di belakang RSUD dr Soeselo Slawi. Untuk itu, dia berharap, proses perubahan status berjalan lancar. Sehingga Desa Slawi Kulon yang berada di jantung Kota Slawi, berubah menjadi kelurahan. Dirinya tak menampik, setiap desa yang berada di jantung kota, tidak harus menjadi kelurahan.

“Itu memang tidak ada aturannya. Tapi secara administrasi, Slawi Kulon memang sudah layak menjadi kelurahan,” ujarnya.

Kendati Pemkab Tegal saat ini sedang memproses perubahan status itu di Kemendagri melalui Gubernur Jawa Tengah, tapi jika masyarakat menolaknya, maka Kemendagri juga tidak bisa meloloskannya. Artinya, Desa Slawi Kulon tidak bisa berubah statusnya. Namun, Pemkab berharap agar berubah menjadi kelurahan, karena prosesnya tinggal melengkapi persyaratan.

“Tinggal syarat brita acara musdes saja. Setelah itu, diproses menjadi kelurahan,” ungkapnya.

Ditambahkan, selama ini Pemerintah Desa Slawi Kulon masih tetap mendapatkan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Sedangkan untuk kepala desanya, saat ini masih dijabat oleh Pejabat Sementara (Pjs) yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Selama proses perubahan status, desa itu sudah sering ganti PJs. Mungkin sekitar empat kali,” pungkasnya. (Wiwit/red64)

BERITA LAINNYA