Take a fresh look at your lifestyle.

Andalkan Tangan, Difabel Ini Bertahan Hidup Berjualan Garam

38

DUKUHTURI – Semangatnya tak pernah kendor walaupun untuk berjalan hanya mengandalkan kedua tangannya. Bahkan, kegigihan pria yang tidak bisa berjalan sejak lahir itu, mampu menghidupi dirinya dan adiknya dengan berjualan garam dapur. 

Ya, pria ini bernama Solihin (37) warga RT 01 RW 02 Desa Pekauman Kulon, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Sehari-hari, pria yang belum menikah ini berjualan garam dapur di Pasar Pepedan dan sejumlah pasar lainnya. Untuk menuju ke pasar, biasanya Solihin mengendarai sepeda motor roda tiga. Motor itu, bukan dibeli dari kantong pribadinya. Tapi sumbangan dari seorang kerabatnya. Meski kondisi tubuhnya tidak normal, tapi Solihin tetap semangat berjualan garam dapur. Hasil penjualannya itu, memang tidak banyak. Hanya bisa digunakan untuk makan dan menyekolahkan adiknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD.

“Saya kalau berangkat setelah shalat Subuh. Pertama di Pasar Pepedan. Kemudian pindah ke pasar lainnya,” kata Solihin, saat ditemui di rumahnya, baru-baru ini.

Untuk beraktivitas di rumah, Solihin hanya mengandalkan kedua tangannya dan pantatnya untuk berjalan. Ketika hendak shalat ke Musala atau ke Masjid, juga sama. Solihin berharap, ada bantuan kursi roda dari pemerintah atau dermawan, sehingga ia tidak kesulitan untuk berjalan.

“Saya inginnya cuma itu, kursi roda untuk pergi ke mushola dan masjid untuk sholat Jumat,” ujarnya.

Solihin menuturkan, selama pandemi, banyak masyarakat yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Baik dari pemerintah desa, daerah, provinsi maupun pusat. Namun, Solihin mengaku sama sekali tidak pernah mendapatkannya. Padahal, ayahnya hanya seorang tukang becak. Sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga.

“Memang ada yang pernah datang ke rumah saya, mereka hanya foto-foto saya, tapi sampai sekarang tidak dapat bantuan apa-apa,” keluhnya.

BERITA LAINNYA