Take a fresh look at your lifestyle.

Alihkan Jaminan Fidusia, Nasabah BFI Finance Pekalongan Divonis Enam Bulan Penjara

316

PEKALONGAN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan memvonis terdakwa dalam perkara pengalihan mobil yang masih dalam jaminan fidusia, Jaelani, selama enam bulan kurungan penjara dan denda Rp 3 juta subsider satu bulan penjara, Kamis (10/10). Vonis majelis hakim ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Sutaji SH MH, Danang Utaryo SH MH dan Rudy Setyawan SH, masing-masing hakim anggota dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah karena telah mengalihkan, menggadaikan atau menyewakan benda yang merupakan objek jaminan fidusia. Apalagi tanpa persetujuan tertulis dari penerima fi‎dusia. Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 36 UU No 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

“Atas perbuatannya, terdakwa divonis hukuman penjara selama enam bulan, dan denda Rp 3 juta subsider satu bulan kurungan penjara,” tegasnya. Hal yang memberatkan, akibat perbuatannya telah merugikan pihak lain. Sementara, hal yang meringankan, terdakwa berkelakukan baik selama persidangan, serta menyesali semua perbuatannya. Atas vonis tersebut, terdakwa menyatakan menerima. Bahkan menyesali perbuatannya telah mengalihkan jaminan fidusia mobil dimaksud. Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pekalongan, Prabowo Setyo Aji, menyatakan menerima.

Jaelani sendiri dilaporkan oleh PT BFI Finance Cabang Pekalongan, didampingi mitranya PT Manunggal Jaya Mandiri Pekalongan ke kepolisian, karena telah mengalihkan jaminan mobil yang dia kredit. Sebelumnya Jaelani yang diketahui warga Waru Lor RT 13 RW 08 Desa Waru Lor Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan tersebut merupakan konsumen PT BFI Finance Cabang Pekalongan yang menerima kredit mobil Honda Mobilio tahun 2014 dengan tempo pinjaman selama 48 bulan terhitung sejak 12 Januari 2018. Namun Jaelani hanya membayar selama tiga bulan angsuran, dan selanjutnya terdakwa tidak sanggup membayar angsuran.

Kemudian, pihak PT BFI Finance berencana menarik mobil tersebut namun tidak ada niat baik dari terdakwa untuk membayar tunggakan. Karena setelah ingin ditarik oleh BFI mobil tersebut, justru telah dipindah tangankan kepada pihak lain, bahkan unit mobil tersebut saat inikeberadaannya sudah tidak diketahui jejaknya. Dengan begitu pihak PT BFI melaporkan perkara ini ke pihak kepolisian karena Jaelani dianggap telah melakukan pengalihan jaminan unit kendaraan. Terpisah, Kepala Cabang PT BFI Finance Cabang Pekalongan, Yohanes Avila Dwi Astana, yang hadir dalam persidangan menuturkan, pihak BFI Finance terpaksa mengambil jalur hukum karena sudah tidak ada niat baik dari konsumen. Menanggapi hasil putusan PN Pekalongan mengatakan putusannya sudah sesuai dengan Pasal 36 UUJF dan sudah maksimal. (Wandi/R9)

BERITA LAINNYA