Take a fresh look at your lifestyle.

Alhamdulillah, 266 Warga Kota Tegal Sembuh dari Covid

77

TEGAL – Pemerintah Kota Tegal terus bekerja secara ekstra mengatasi pandemi Covid-19. Setelah sempat mencatatkan angka 353 kasus warganya yang menjalani isolasi mandiri (isoman), kini jumlah tersebut telah berubah drastis dan hanya menyisakan 87 kasus warga yang isoman.

“Angkanya masih fluktuatif, namun condong ke arah lebih baik. Kita terus bekerja keras untuk itu. Mulai dari menyediakan tempat isolasi mandiri, hingga nanti membangun Laboratorium PCR di 2021,” tegas Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi disela kegiatannya di PT Barata Indonesia, Rabu (9/12).

Dengan melihat perkembangan, pria yang akrab disapa MJ ini menekankan tidak ada cara lain, selain mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Masyarakat diminta tetap sadar dan memahami betul, bahwa pademi belum berakhir.

Adanya vaksin, sambung MJ, dirinya juga meminta masyarakat tidak berharap banyak akan hal tersebut. Sebab, vaksi akan diprioritaskan kepada mereka yang memiliki risiko tinggi, seperti tenaga kesehatan dan orang yang terpapar Covid-19.

“Saya berharap masyarakat Kota Tegal tidak lengah menghadapi pandemi. Termasuk pula tidak perlu stres dan khawatir yang berlebihan. Yakinlah, kita bisa bersama-sama menghadapi ini. Tetap jaga kesejatan, pakai masker, makan makanan yang bergizi dan berolahraga,” ungkapnya penuh semangat.

Sementara, berdasarkan pantauan laman corona.tegalkota.go.id, Rabu (2/12) malam, jumlah kasus isolasi mandiri mencapai 353 kasus. Dari jumlah tersebut, telah berhasil sembuh sebanyak 266 kasus pada Rabu (9/12) siang, sehingga menyisakan 87 kasus isoman.

Ihwal pengawasan warga yang menjalani isoman, MJ mengaku akan mencari solusi yang tepat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda). Mulai dari pemasangan gelang pada warga yang isoman hingga mengaktifkan kembali Posko Penanganan Covid.

“Mungkin besok Posko Covid kita buka kembali, untuk mengaktifkan kembali yang sudah mulai kendor. Kita naikkan lagi energi untuk menjaga dari bahaya pandemi ini. Karena kalau semua loyo, pasti kasusnya akan semakin tak terkendali,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA