Take a fresh look at your lifestyle.

Alami Komplikasi, Hafiz Quran di Tegal Butuh Uluran Dermawan

44

TEGAL – Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tegal kembali bergerak, usai mendapat panggilan kemanusiaan, Minggu (7/2) siang. Kali ini panggilan tersebut datang dari kediaman Satria Aji Purnama (19) warga Desa Jatibogor, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Berdasarkan info yang diperoleh, Aji (19) merupakan seorang siswa di SMK NU Maarif Suradadi. Hafiz Quran ini hanya bisa terbaring lemah, setelah lima bulan didiagnosa mengidap Tuberkulosis atau TBC dan asam urat.

Ibunda Aji, Waryati mengisahkan, putranya tersebut mengalami sakit sejak Oktober 2020 lalu. Selain didiagnosa TBC dan asam urat, dalam satu bulan terkahir Aji juga mengalami asites serta paru-paru basah.

“Gejala awal demam tinggi disertai batuk. Lalu pergi berobat dan didiagnosa kena TBC serta asam urat. Lalu satu bulan ini perutnya membesar, karena ada penumpukan cairan I rongga antara dinding perut dan organ dalam (Asites) dan penumpukan cairan di antara jaringan yang melapisi paru-paru dan dada (Efusi Pleura),” kata Waryati.

Ditambahkan Waryati, dirinya sudah berupaya melakukan pengobatan secara herbal, namun kondisinya masih tetap sama. Sehingga dirinya membawa Aji ke beberapa dokter di rumah sakit, baik di RSUD Suradadi, RS Mitra Siaga, Kabupaten Tegal hingga RSUD Kardinah, Kota Tegal.

Sayangnya, ikhtiar yang dilakukan Waryati untuk Aji belum membuahkan hasil. Selama hampir lima bulan, Aji hanya bisa terbaring lemah di kamar. Bahkan, berat badannya semakin menurun drastis, sulit bergerak karena nyeri di seluruh badan dan kondisinya semakin memburuk.

“Suami saya pergi sejak Aji berusia empat tahun dan entah kemana rimbanya. Selama ini saya yang menjadi tulang punggung dengan bekerja sebagai pengasuh bayi di Jakarta. Tetapi semenjak Aji sakit, saya terpaksa pulang kampung dan bekerja serabutan,” jelasnya.

Untuk kebutuhan berobat Aji, kata Waryati, pihak pemerintah telah memberikan Kartu KIS. Namun, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Waryati masih mengandalkan pinjaman kepada kerabat dan tetangganya. Bahkan, kondisi perekonomian yang sulit memaksa Waryati harus menjual sepeda motornya.

“Sekarang ini hampir seminggu dua kali, Aji menjalani rawat jalan di RS Mitra Siaga,” ujarnya.

Kepala Cabang ACT Tegal, Siswartono mengatakan, kerabat Aji melaporkan kepada pihaknya dan memberitahukan bahwa dia membutuhkan uluran dermawan. Sebab, dia hanya tinggal bersama ibunya yang berkerja sebagai buruh serabutan.

Menurut Siswartono, ACT Tegal berencana memberikan beberapa tindakan seperti pemberian bantuan obat-obatan dan rawat jalan untuk kesembuhan Pasien. Kemudian tindakan medis berupa operasi untuk mengambil cairan di perut dan paru-paru serta pengobatan untuk Tuberkulosis.

“Untuk itu, kami membuka donasi melalui rekening Aksi Cepat Tanggap di BNI Syariah 88 0000 8285. Sehingga nantinya kewajiban keluarga atas pembayaran biaya-biaya rumah sakit untuk penanganan pengobatan dapat tertunaikan,” tutupnya. (*)

BERITA LAINNYA