Take a fresh look at your lifestyle.

Aksi Berenangnya di Telaga Ranjeng Jadi Viral, Dwiyono Suparmadi Minta Maaf

245

BUMIAYU– Setelah aksi renangnya di Telaga Ranjeng, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes menjadi viral, Dwiyono Suparmadi (41), warga Bantarsoka, Purwokerto Barat, Banyumas, Kamis (8/8), memberikan klarifikasinya sekaligus menyampaikan permohonan maaf ke masyarakat. Dia menegaskan tidak berniat mencari sensasi, apalagi merusak Telaga Ranjeng yang selama ini dikeramatkan warga.

Penyampaian klarifikasi tersebut difasilitasi oleh PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Paguyangan di RM Bumiayu Kuliner, Jalan Raya Pagojengan.”Alhamdulillah hari ini (kemarin-red), saya bisa memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Pandansari terkait apa yang saya lakukan di Telaga Ranjeng,” kata dia.

Sebelumnya, pada Selasa (30/7) sore, Dwiyono nekat berenang di Telaga Ranjeng, sebuah aksi yang tidak pernah dilakukan oleh masyarakat. Aksinya yang terekam warga itu kemudian menjadi viral di media sosial sehingga membuat resah masyarakat sekitar.

Dwiyono menegaskan tidak pernah berniat mencari sensasi apalagi merusak Telaga Ranjeng yang dikeramatkan warga.”Video yang beredar di medsos itu bukan direkam oleh teman-teman saya,” kata dia.  Menurutnya, aksi yang dilakukan tersebut diluar kendalinya. Ia menuturkan, sebelum aksi nekatnya itu, bermimpi berenang di sebuah telaga yang banyak airnya.  Pada keesokan harinya Suparmadi mengajak teman usahanya di Bumiayu pergi ke  objek wisata Kaligua dan Telaga Ranjeng. Saat berada di Tuk Bening Kaligua, Dwiyono mengaku kembali mendapatkan bisikan untuk berenang di Telaga Ranjeng.

Pria yang bekerja sebagai sales buku ini, mengaku sudah berusaha menahan diri. Namun begitu, dorongan untuk berenang di telaga yang memiliki luas 48,5 hektare tersebut sangat kuat.”Mungkin alasan yang saya kemukakan sulit diterima. Tapi itulah fakta yang saya alami, ada bisikan kepada saya untuk berenang di Telaga Ranjeng. Bisikan itu sangat kuat hingga saya tak sanggup menolaknya,” ujarnya.

Saat berenang di Telaga Ranjeng, Dwiyono sempat menyelam ke kedalaman satu-dua meter. Di kedalaman itu, ia merasakan air telaga seperti es. Sangat dingin. Samar samar ia juga melihat ikan sebesar anak kecil. Dalam perjalanan pulang dari Telaga Ranjeng, Dwiyono mengaku mengalami kejadian-kejadian aneh. Mulai dari rem sepeda motor yang blong, bau wangi yang tercium sepanjang perjalanan pulang hingga rumah temannya yang dimasuki ular. Dwiyono menambahkan, permintaan maaf juga akan disampaikan secara tertulis ke Pemerintah Desa Pandansari.

Dankoti PAC PP Paguyangan Dedy Anjar mengatakan klarifikasi digelar karena muncul keresahan di masyarakat sekitar telaga.”Sekarang yang bersangkutan sudah meminta maaf,” ujarnya. Sementara Kades Pandansari Irwan Susanto berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Menurutnya, Telaga Ranjeng merupakan cagar alam yang harus dijaga kelestariannya.”Pengunjung tidak boleh sembarangan. Harus ikut menjaga kelestariannya termasuk kearifan lokal didalamnya,” kata dia.(Teguh Tribowo/ Red38)

 

 

BERITA LAINNYA