Take a fresh look at your lifestyle.

Ajang ”Ngusik 2020”, Aktualisasi Karya Mahasiswa

* Ngumpul Asik Bareng DKV PHB Tegal

203

TEGAL – Sebuah ajang menarik disuguhkan mahasiswa Prodi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal, lewat sajian bertajuk ”Ngumpul Asik” alias ”Ngusik 2020”.

Kegiatan yang mengusung tema Budaya Jawa (Java Culture), menyajikan aneka karya mahasiswa prodi tersebut.

Antara lain berupa Mural, Seni Fotografi, Gambar Manual Realis, Gambar Digital Vektor, Lukisan Media Cat Air, dan Desain Instalasi, seperti Wayang, Set Panggung dan Galeri Pajang.

”Ini sebuah karya yang banyak menyajikan kearifan lokal. Sudah sesuai dengan visi dan misi perguruan tinggi kami, yakni mengangkat kearifan lokal menuju global. Bentuk-bentuknya cukup beragam, dan kreativitas mahasiswa juga telah banyak memberikan inspirasi tentang berbagai hal,” ucap Direktur PHB Tegal Mc Chambali BEng EE MKom, mengomentari berbagai karya mahasiswa yang dipajang dalam gelaran tahunan tersebut.

Dia berpendapat seperti itu, ketika ditanya salah seorang mahasiswanya, Andhika Setiawan, yang menjadi moderator diskusi dalam rangka kegiatan tersebut.

Chambali merasa senang dan bangga dengan kemunculan kegiatan langka itu. Karena menjadikan kreativitas mahasiswanya kian hidup dan memiliki nuansa indah, penuh keharmonisan.

Bahkan secara khusus, dia berharap kegiatan di tahun-tahun berikutnya dapat lebih ditingkatkan kualitas karyanya. Juga gebyar promosinya agar lebih dapat meluas.

Karena karya mahasiswa seperti itu, layak dinikmati masyarakat luas. Antara lain, demi pencerahan dan mendatangkan inspirasi membuahkan karya yang lebih baik lagi.

Menambah Wawasan

Bagi mahasiswa DKV, kegiatan tersebut, menurut dia, setidaknya dapat menambah wawasan dan pemikiran yang luas tentang suatu hal baru,tentang ruang lingkup prodi yang kini peminatnya cukup signifikan.

”Di sisi lain, juga bertujuan agar mahasiswa mampu melakukan transformasi keilmuan sesuai dengan disiplin ilmunya”, ucap dia, didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama Khafdilah MS SKom SH MH.

Perlu diketahui, rangkaian gelaran ”Ngusik 2020”, antara lain, berupa mural, kuliah umum, sablon, pemutaran film, lapak mahasiswa, pajang karya, pertunjukan teater dan sajian aneka genre musik.

Ketua Prodi D3 DKV PHB Tegal, Ahmad Ramdhani SKOM MDs mengatakan, kegiatan yang digelar prodinya, juga memiliki tujuan cukup strategis.

Seperti untuk melatih soft skill dan mental mahasiswa prodinya dalam berkolaborasi, untuk bersinergi membuat event tahunan tersebut.

”Ini juga agar mahasiswa kami dapat lebih menghargai karya yang dibuat, dan menggelorakan lingkungan kampus yang kreatif dan berkembang lebih dinamis,” ucap dia.

Lebih Peka

Mahasiswa, lanjut dia, juga dilatih untuk lebih peka berkait situasi kekikian, dan tajam menuangkan imajinasinya.

Bila sudah terlatih dengan banyak menghasilkan karya, tentu akan lebih mudah berkolaborasi dengan bidang ilmu lainnya.

MANUAL REALIS : Visualisasi gambar manual realis bertajuk ”Puputan”, karya mahasiswa Semester V Prodi D3 DKV PHB Tegal, Akhmad Ardhi Subekhi, banyak menarik perhatian pengunjung. Kendati sekilas tak begitu rumit, tapi membutuhkan waktu 100 hari penggarapannya.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)D

Dia mencontohkan sebuah foto berupa tangan, yang merupakan gambar manual realis. Karya mahasiswa Semester V prodi itu, Akhmad Ardhi Subekhi atau akrab dipanggil Sule, dibuat selama hampir 100 hari.

Karya bertajuk ”Puputan”, menceritakan interaksi antarmanusia yang menciptakan keluarga harmonis, dengan visualisasi yang dituangkan dalam gambar tangan antara kedua orang tua, dan anak kecil dengan usia puputan.

Sementaran itu, di sajian musik, menampilkan permainan ukulele Ponco Bramantyo dari Semarang. Penampilannya juga menjadi promo EP album perdananya, yang mengandalkan irama Folk.

Permainan gitar yang tak kalah menariknya juga dipertontonkan Gendhit. Dia yang berambut grondong, menjadi bintang tamu menarik di acara tersebut.

Apalagi suguhan musik berirama blues dengan gitar akustiknya. Rasa-rasanya, seperti mengajak penonton menikmati irama yang mendayu, dari tembang-tembang ciptaan sendiri.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA