Take a fresh look at your lifestyle.

Air Sungai Pemali Nyaris Level Merah, Sejumlah Daerah Mulai Terendam Banjir

578
BREBES – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Brebes, mengakibatkan kondisi debit air Sungai Pemali nyaris di level merah, Kamis pagi (5/3). Keadaan itu membuat sejumlah daerah di sepanjang aliran sungai terbesar di Kota Bawang tersebut mulai terendam banjir.
Pantauan smpantura.com di lapangan, dari alat pengukur debit air sungai di sebelah utara Jembatan Sungai Pemali, terpantau debit air sungai itu terus naik. Pada Rabu (4/3) sekitar pukul 21.00, kondisi debit masih di level kuning. Namun saat Kamis pagi (5/3), kondisi debit air Sungai Pemali naik hingga mendekati level merah. Bahkan, tinggal beberapa sentimeter sudah masuk leve merah.
Kondisi ruas jalan Jatibarang-Brebes di Desa Terlangu yang mulai terendam banjir dari air rembesan Sungai Pemali. (smpantura.com/dok)
Kondisi ruas jalan Jatibarang-Brebes di Desa Terlangu yang mulai terendam banjir dari air rembesan Sungai Pemali. (smpantura.com/dok)
Kondisi jalan perkampungan di Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari, Brebes yang mulai terendam banjir dari rembesan Sungai Pemali. (smpantura.com/dok)
Kondisi jalan perkampungan di Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari, Brebes yang mulai terendam banjir dari rembesan Sungai Pemali. (smpantura.com/dok)
Sementara, akibat kondisi debit air tersebut, di beberapa titik di sepanjang aliran sungai mulai terendam. Di antaranya, di Desa Lengkong Kecamatan Wanasari, dan beberapa titik di Kecamatan Brebes. Di Desa Lengkong air yang berasal dari rembesan Sungai Pemali itu mulai menggenangi jalan perkampungan dan lahan perkarangan warga. Hingga tadi siang, belum ada rumah warga yang terendam. Di ruas jalan Jibarang-Brebes, di beberapa titik juga ikut terendam air rembesan Sungai Pemali. Seperti di ruas Desa Terlanggu, Kecamatan Brebes. Kondisi tingginya debit air Sungai Pemali tersebut membuat warga di sepanjang aliran sungai cemas.
“Sudah sejak pukul 03.00 tadi, air rembesan Sungai Pemali masuk ke pemukiman ini. Sejauh ini memang belum ada rumah yang terendam dan baru sebatas menggenangi jalan perkampungan serta pekarangan warga. Namun saat ini air terus naik, dan ini membuat kami cemas serta terus memantau,” ujar Tarjono (45), warga Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari, Brebes.
Pengurus Gerakan Pramuka Kwarcab Brebes ini menuturukan, warga di desanya saat ini terus memantau kondisi debit air Sungai Pemali tersebut. Menginggat, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya banjir parah penah menerjang desanya. “Kami bersama warga terus memantau debit air sungai ini. Apalagi, informasinya di daerah hulu masih diguyur hujan. Mudah-mudahan tidak ada tanggul yang jebol, sehingga Brebes aman,” pungkasnya.
(b.setiawan-red2)
BERITA LAINNYA