Take a fresh look at your lifestyle.

Agus Solichin : Tarif Cukai Rokok Jangan Dinaikan

90

SLAWI – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Golkar, Agus Solichin meminta tarif cukai hasil tembakau atau rokok jangan dinaikan. Rencana Pemerintah Pusat menaikan pada tahun 2021 sebesar 13-20 persen itu, dinilai akan menyengsarakan masyarakat di saat kondisi ekonomi Indonesia dalam masa pendemi Covid-19.

“Saat ini saja sudah banyak perusahaan yang PHK karyawannya. Jangan sampai kenaikan cukai rokok membuat banyak karyawan di PHK,” tegas Agus Solichin, Jumat (6/11).

Dikatakan, rencana kenaikan cukai rokok untuk menambah penerimaan kas negara, dinilai sah-sah saja. Namun, menaikan cukai rokok dalam kondisi pendemi Covid-19, dinilai kurang tepat. Hal itu dikarenakan ekonomi Indonesia terus terpuruk, dan sudah banyak yang di PHK. Bahkan, tingkat pengangguran di wilayah Kabupaten Tegal dimungkinkan juga mengalami peningkatan.

“Warga yang kerja di perusahaan rokok cukup banyak. Jika cukai dinaikan dan perusahaan rokok terpuruk, maka akan terjadi PHK masal,” ujar Ketua DPD Golkar Kabupaten Tegal itu.

Saat ini, lanjut dia, ada sekitar 1.800 orang tenaga kerja yang bekerja di pabrik sigaret kretek tangan (SKT) dan menjadi tumpuan hidup ribuan anggota keluarga lainnya di Kabupaten Tegal. Dirinya mengkhawatirkan, kenaikan tarif cukai rokok yang terlalu tinggi akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja yang itu berarti kontribusi bagi peningkatan jumlah pengangguran di wilayahnya. Menurut dia, tingkat pengangguran terbuka di wilayahnya sebelum terjadi pandemi saja sudah di angka 8,21 persen atau tertinggi di Jawa Tengah. Upayanya menekan angka pengangguran adalah meningkatkan serapan tenaga kerja dengan membuka investasi industri padat karya dan menjaga kelangsungan kerja penduduknya.

“Di saat daya beli masyarakat menurun akibat pembatasan sosial dan perlambatan ekonomi, alangkah baiknya bila kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kontraksi pada aspek lain yang justru sedang kita jaga keberlangsungannya, yaitu ketenagakerjaan,” katanya. (*)

BERITA LAINNYA