Take a fresh look at your lifestyle.

ABK Asal Tegal Selamat Dari Maut di Perairan Bangka, Ini Sebabnya

Kecelakaan Kapal Sampurna Jaya

196

TEGAL – Kecelakaan kerja menimpa sebuah kapal penangkap cumi berlambung KM Sampurna Jaya, Kamis (20/2) lalu. Kapal berukuran 27 grosston (GT) yang membawa 12 anak buah kapal (ABK) tersebut terbalik di Perairan Bangka.

Sepuluh ABK berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya belum diketemukan hingga saat ini. Beberapa korban selamat dan hilang, diketahui merupakan warga Kota dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal mencatat, korban selamat dari Kota Bahari berjumlah empat orang dan satu orang masih dinyatakan hilang. Sementara satu korban selamat lainnya berasal dari Kabupaten Tegal.

Mereka diantaranya, Sunarto (50), Wahyu (17), Nursobah (24) dan Mohamad Gunawan (18) warga Kota Tegal dan Rizal (17) warga Desa Tegalwangi, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Sementara satu dari dua korban yang masih hilang yakni M Saeful Andrian (16) warga Kelurahan Slerok, Kota Tegal.

“Berita duka ini kami peroleh Minggu (1/2) siang. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata memang benar, lima warga Tegal menjadi korban kapal terbalik. Empat berhasil selamat dan satu belum ditemukan. Satu korban selamat lainnya berasal dari Slawi,” ungkap Ketua HNSI Kota Tegal, H Riswanto.

Dengan didampingi petugas dari Satpolair Polres Tegal Kota dan Satpolair Polda Jateng, Riswanto berharap pencarian terhadap warga Kota Tegal terus dilakukan. Riswanto mengaku, akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pencarian korban hilang, M Saeful (16).

Petugas Satpolair Polres Tegal Kota bersama HNSI Kota Tegal melakukan konfirmasi kejadian kecelakaan kerja KM Sampurna Jaya. SMpantura.com/ Haikal

Korban selamat, Sunarto (50) saat ditemui di kediamannya menceritakan, kronologi kejadian bermula saat kapal yang ditungganginya bertolak menuju Perairan Bangka melalui Pelabuhan Muara Angke pada 20 Januari 2020.

Selama perjalanan, dirinya mengaku tidak mengalami hal-hal aneh dan tetap bekerja sesuai dengan keahlian. Hingga pada akhirnya, Kamis (20/2) sekira pukul 04.30 WIB, salah seorang ABK teledor yang kemudian mengakibatkan kapal terbalik.

“Ada satu ABK yang tidak mengindahkan perintah nahkoda. Disuruh melepas jaring, tetapi tidak dilakukan. Sampai akhirnya jaring tersangkut dan kapal pun terbalik,” terang Sunarto.

Seluruh awak kapal, sambung Sunarto, terjun ke lautan tanpa menggunakan pelampung. Selama hampir kurang lebih tiga jam, dia bersama ABK lainnya terapung di air. Sebanyak 10 ABK berhasil menyelamatkan diri dan dua belum ditemukan hingga sekarang.

“Kurang lebih tiga jam terapung di laut. Ada yang bertengger di atas kapal, ada juga yang berenang. Karena keadaan saat itu masih gelap, saya tidak tahu siapa yang tidak selamat. Begitu kejadian semua berupaya menyelamatkan diri sendiri,” imbuhnya.

Nursobah (kanan) dan adiknya, M Gunawan (kiri) korban selamat KM Sampurna Jaya telah berkumpul bersama keluarganya di Kelurahan Pesurungan Kidul, Kota Tegal. SMpantura.com/ Haikal

Terpisah, Nursobah menurutkan hal yang sama. Dia bersama adiknya, Mohamad Gunawan (18) berhasil selamat dari maut dengan mengandalkan bangkai kapal yang terbalik. Dia berhasil selamat dari maut, setelah ditolong oleh kapal nelayan setempat yang melintas.

Nursobah berujar, untuk bisa mendapat pertolongan, beberapa ABK yang berada di atas kapal membuat bendera dari pakaian yang dikenakan. Sembari berteriak, mereka mengibarkan bendera untuk menarik perhatian.

“Alhamdulillah, nyawa kita tertolong oleh kapal yang melintas. Kita dievakuasi ke daerah Indramayu. Selang beberapa jam kemudian, pemilik kapal menjemput dan membawa kita pulang ke rumahnya,” kata Nursobah.

Warga RT 04/ RW II, Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat ini menambahkan, dirinya bersama sembilan ABK yang selamat dipulangkan pemilik kapal pada Jumat (21/2) siang. Dengan dibekali uang Rp 200 ribu, kini Nursoban telah kembali ke pelukan keluarganya.

Sementara itu, bangkai kapal KM Sampurna Jaya hanyut dan ditemukan nelayan di Perairan Karimunjawa. Atas temuan tersebut, sang penemu melaporkan ke Polsek Karimunjawa yang kemudian diteruskan ke sejumlah jajaran, termasuk Satpolair Polres Tegal Kota dan HNSI Kota Tegal. (Haikal/red2)

BERITA LAINNYA