Take a fresh look at your lifestyle.

ABK Asal Brebes Tewas Tenggelam di Perairan Lampung

- Keluarga Minta Pemilik Kapal Bertanggungjawab

145

BREBES – Kapal Motor (KM) Putra Luragung Putri asal Tegal mengalami musibah dihantam ombak dan tenggelam di perairan tulang bawang, Lampung pada (16/6) lalu. Satu korban tewas dalam musibah ini, ketahui Anak Buah Kapal (ABK) asal Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes. Jenazah korban direncanakan tiba di rumah duka hari ini, Rabu (1/7).

KM jenis alat tangkap cantrang itu membawa 20 ABK termasuk nahkoda. Saat kejadian, para ABK baru saja menebar jaring untuk menangkap ikan. Akibat kejadian ini, dua ABK tewas dan satu lainnya hingga kimi masih dalam pencarian. Dari dua orang yang menjadi korban itu merupakan warga Brebes. Seorang korban tewas adalah Nrokhman (28), warga Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Brebes dan seorang lain masih dalam pencarian, merupakan warga Desa Keboledan, Kecamatan Wanasari. Sedang satu korban tewas lainnya adalah warga Tegal.

“Informasi yang kita terima dari pihak Syahbandar Tegal, dari 20 ABK, satu ponakan saya, Nurokhman yang baru saja ketemu jasadnya, Sabtu (27/6) kemarin. Satu ABK lainya warga Keboledan Brebes masih dinyatakan hilang,” kata paman korban, Zaenudin di kediaman korban di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Rabu (1/7)

Sedangkan 17 ABK lainya, kata dia, berhasil selamat dan sudah dipulangkan ke Tegal. Pihak keluarga mendesak pemilik kapal untuk bertanggungjawab terkait hak korban, termasuk asuransi ataupun hak upah atau gaji korban. Kapal itu merupakan milik nahkoda yang selamat dari musibah tersebut.

“Kami keluarga meminta pertanggungjawabkan kepada pemilik kapal. Karena keponakan saya ini telah bekerja selama satu tahun lebih. Bagaimana asuransi dan haknya harus diberikan kepada keluarga korban,” jelasnya.

Menurut dia, korban selama ini merupakan tulang punggung keluarga. Korban tinggal bersama kedua orang tuanya di sebuah rumah sangat sederhana di Desa Grinting. Kondisi keluarganya dari segi ekonomi pun cukup memprihatinkan. Sebelum kejadian, keponakannya yang merupakan anak pertama dari pasangan Dartam dan Mukarol itu, sempat berkeluh kesah dengan sesama ABK lainya. Korban berniat akan pensiun sebagai ABK dan ingin membuka usaha warung kopi di kampung halamannya. “Hari ink jenazah keponakan saya ini diperkirakan sampai ke kampung. Saat ini pihak keluarga kami berupaya melakukan penjemputan di RSUD Tulang Bawang, Lampung,” ungkapnya.

Sementara Tokoh masyarakat Desa Grinting yang juga anggota DPRD Brebes, Wamadiharjo Susanto mengatakan, sesuai dengan aturan undang-undang nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. Pihak pemilik kapal wajib memberikan asuransi kepada para ABK nya.

“Sesuai aturan UU no 7 tahun 2016 itu, pemilik kapal harus mendaftarkan ABK nya ikut dalam program asuransi, baik asuransi ketenagakerjaan ataupun asuramsi kecelakaan kerja sesuai UU yang berlaku. Dan juga ada aturan Permen no 28 Tahun 2016 tentang jaminan perlindungan atas resiko kepada nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. Intinya pemilik kapal harus bertanggungjawab sesuai aturan yang berlaku. Termasuk asuransi memberikan hak dan kewajiban korban kepada pihak keluarga ahli warisnya,” tegas Wamadiharjo Susanto.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya meminta pemerintah daerah untuk peduli kepada korban. Pasalnya, hak dan kewajiban ABK itu mutlak diberikan. “Pemerintah daerah juga harus membantu dan turun tangan. Karena ABK harus mendapatkan perlindungan, mereka juga tenaga kerja,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA