Take a fresh look at your lifestyle.

Pemohon SIM/BPKB Disediakan Hand Sanitizer dan Cek Suhu Badan

Cegah Korona, Pemohon SIM/BPKB Disediakan Pembersih Tangan

182

PEMALANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pemalang menyediakan pembersih tangan (hand sanitizer) bagi masyarakat yang mendatangi kantor Satlantas untuk mendapatkan layanan surat izin mengemudi (SIM) maupun buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kasatlantas AKP Harman Rumenegge Sitorus mengatakan layanan diberikan untuk mencegah penularan virus Korona.

“Masyarakat yang datang ke Satlantas kami arahkan untuk cuci tangan pakai sabun, kami sudah siapkan di depan pintu masuk ,”kata Kasatlantas didampingi Baur SIM Aiptu Yatimah, Senin (16/3).

Selanjutnya setelah cuci tangan sampai bersih pemohon SIM maupun BPKB disilakan menggunakan hand sanitizer yang juga dipasang di pintu masuk pelayanan. Polisi yang berjaga di sana ikut membantu mengarahkan masyarakat dengan ramah.

“Setelah tangan bersih, mereka bisa dengan tenang menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan, selama menunggu itu kami juga menyediakan minuman rempah-rempah untuk menguatkan stamina,”ujarnnya.

Minuman rempah-rempah diberikan secara cuma-cuma dalam keadaan hangat dan disediakan gelas sekali pakai dari bahan yang aman. Adapun minuman rempah-rempah tersebut berbahan baku serai, jahe dan temulawak serta gula. Selama menunggu giliran mendapatkan layanan, masyarakat diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas.

Sementara itu antisipasi untuk mencegah berkembangnya korona juga dilakukan RSU Ashari Pemalang. Direktur rumah sakit Sunardo Budi Santoso melalui Sekretaris Dinas Dian Ika menjelaskan pasien rumah sakit tidak diperbolehkan untuk dibesuk selama 14 hari.

“Terhitung mulai Senin (16/3) pasien tidak boleh dikunjungi untuk mencegah penularan virus korona dan memotong mata rantai penularan kemudian setiap pasien hanya diizinkan untuk didampingi satu penunggu setelah mendapatkan kartu tunggu,”kata Dian.

Demikian pula dengan pasien rawat jalan atau poliklinik hanya diantar oleh satu orang untuk pasien geriatri (lanjut usia), anak dan pasien berkebutuhan khusus sedangkan pasien polkilinik di luar keadaan itu tidak boleh didampingi. Keputusan ini diambil berdasarkan surat edaran Bupati Pemalang dan hasil rapat koordinasi RSU serta masukan-masukan dari dokter dan staf rumah sakit.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA