Take a fresh look at your lifestyle.

823 Pelanggar Lalin di Tegal Ditindak

129

* 30 Sepeda Motor ”Bodong” Diamankan

TEGAL – Sebanyak 823 pelanggar lalin dalam tiga hari terakhir pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2019, di Kota Tegal, ditindak personel Sat Lantas Polres Tegal Kota.

Perinciannya, sebanyak 603 ditilang, dan 220 ditegur.
Pelanggaran terbanyak, dilakukan pengendara sepeda motor yang mencapai 474 orang. Kemudian sopir atau pengemudi mobil penumpang mencapai 66 orang dan sopir mobil barang sebanyak 63 orang.

GAYA SIMPATIK : Kasatlantas Polres Tegal Kota AKP Ben Aras dan personelnya, dengan gaya simpatiknya, saat akan memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan pengendara. (Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi melalui Kasat Lantas AKP Ben Aras mengatakan, pelanggaran yang terjadi dari hari pertama hingga hari ketiga kegiatan operasi itu, terus meningkat.

”Hari pertama ada 200 pengendara sepeda motor pemotor dan pemboncengnya, serta pengendara mobil, ditilang personel, 70 pengendara ditegur. Hari kedua meningkat menjadi 401 yang ditilang dan 150 ditegur. Hari ketiga bertambah lagi menjadi 603 ditilang, 220 mendapat teguran,” terang AKP Ben Aras.

Pelanggaran lalu lintas (Lalin) sejak hari pertama (Rabu, 23/10) hingga hari ketiga Jumat (25/10), terbanyak berupa pelanggaran tak menggunakan helm SNI dan kepergok tak mengenakan helm sama sekali, mencapai 226 pelanggaran.

Urutan kedua pelanggaran pengendara sepeda motor adalah, melaju melawan arus mencapai 102 pelanggaran. Kemudian ada empat pengendara yang diketahui masih di bawah umur, 78 pelanggaran berkait kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK, dan pelanggaran lainnya mencapai 64 kasus.

Melawan Arus

Sopir mobil penumpang dan mobil barang, pelanggaran yang terjadi, terbanyak berupa melaju melawan arus mencapai 65 sopir. Kemudian lupa tak mengenakan sabuk pengaman atau safety belt mencapai 40 orang.

Dari penegakan hukum yang dilakukan Sat Lantas Polres Tegal sejak tiga hari terakhir, barang bukti yang diamankan sebanyak 112 SIM, 259 STNK dan 30 unit sepeda motor ”Bodong” yang diamankan.

”Kendaraan ini, saat terjaring razia, pengendaranya tak bisa menunjukkan STNK dan SIM C. Akhirnya barang bukti yang diamankan adalah sepeda motornya,” tandas AKP Ben Aras.
Kegiatan operasi yang mengusung semboyan ”Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan Untuk Kemanusiaan”, menurut dia, membutuhkan dukungan masyarakat luas.

Karena itulah, pihaknya berharap agar pengguna jalan dalam berlalu lintas, harus menaati aturan dalam berkendara atau berlalu lintas, jangan sampai ada pelanggaran. Seperti tertuang dalam UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA