Take a fresh look at your lifestyle.

815,77 Hektar Wilayah Kecamatan Tulis Jadi Kawasan Industri

105

BATANG- Pemkab Batang bersama DPRD bergerak cepat untuk mendorong Kabupaten Batang menjadi daerah  industri. Ini tidak lepas dari potensi besar yang dimiliki dan menunjang wilayah Kabupaten Batang menjadi daerah industri.

Seperti letaknya yang strategis di jalur Pantura, keberadaan megaproyek PLTU berkapasitas 2×1.000 megawatt, serta dibangunnya pelabuhan niaga. Belum lagi keberadaan jalur kereta api rel ganda, kemudahan akses tol trans Jawa, dan ditambah lagi saat ini Batang ditunjuk pemerintah pusat sebagai wilayah kawasan industri terpadu (KIT).

Salah satu gerak cepat itu ditandai dengan persetujuan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) tahun 2020 – 2040 Kawasan Industri Tulis antara jajaran Pemkab dan DPRD Kabupaten Batang.

” Penyelesaian RDTR menjadi sangat signifikan dalam membantu realisasi investasi karena bisa mempersingkat waktu izin pemanfaatan lahan,” Kata Bupati Wihaji, Selasa (21/7).

Dalam Raperda tersebut, kata Wihaji, Pemkab Batang sudah memperhatikan saran dari DPRD terkait aspek lingkungan. Terutama penanganan limbah, sampah yang konsep berwawasan lingkungan.

” Penanganan limbah dan sampah disesuaikan dengan standar teknis dan peraturan perundangan untuk menciptakan atmosfer pemanfaatan ruang yang tidak hanya pro investasi tetapi juga pro lingkungan,” ungkap Wihaji.

Wihaji menambahkan, terkait dengan penerbitan izin pengeboran, izin penggalian, izin pemakaian, dan izin pengusahaan air tanah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, merupakan kewenangan Provinsi Jawa Tengah. Dari data yang ada, total luasan

Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Bagian Wilayah Perencanaan (BWP) Kecamatan Tulis mencapai 815,77 hektar. Kawasan ini tersebar di beberapa desa diantaranya Desa Kenconorejo, Sembojo, Wringingintung, Simbangjati, Jrakahpayung.

Sebelumnya, pemerintah pusat juga menetapkan Batang sebagai Kawasan Industri Terpadu (KIT) untuk menjadi tujuan relokasi industri dalam skala besar. Batang dipilih karena memiliki lokasi yang sangat strategis dimana ada lahan seluas 4.000 hektar milik PTPN IX yang berada di Desa Kedawung, Banyuputih.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPU PR) Kabupaten Batang, Triadi Susanto mengatakan, daerah yang sudah memiliki RDTR OSS, izin lokasi diterbitkan tanpa menunggu proses yang lama.

” Jika lokasi usaha atau kegiatan terletak dilokasi yang telah sesuai peruntukannya menurut RDTR OSS tidak perlu lagi ada pertimbangan teknis dari BPN. Dengan demikian dapat mempersingkat waktu perizinan,” katanya. (hitto-red17)

BERITA LAINNYA