Take a fresh look at your lifestyle.

77 Lulusan D3 Kebidanan PHB Tegal Bacakan Sumpah

161

* Perbanyak Pengalaman, Diminta Segera Magang

TEGAL – Sebanyak 77 lulusan D3 Kebidanan Politeknik Harapan Bersama ()PHB) Tegal, membacakan Sumpah Bidan, sebelum bertugas di lapangan. Baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit.

Ketua Prodi D3 Kebidanan Nilatul Izah SST MKeb mengatakan, pengambilan sumpah bidan merupakan prasyarat peresmian tenaga kesehatan dan bekal para alumni D3 Kebidanan perguruan tinggi tersebut.

Pengambilan sumpah dilakukan Wakil Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Tegal IBI Suharti Amd Keb, mewakili Ketua IBI Kota Tegal Etty Rachmawati SST SKM MH, di Aula, Gedung C, Kampus 1 PHB Tegal, Jl Mataram No 9, Kota Tegal, kemarin.

”Jadi agar para bidan ini tetap berpegang pada kode etik profesi dan taat aturan, maka sebelum terjun atau bertugas di lapangan dilakukan pengambilan sumpah. Sehingga lulusan D3 Kebidanan perguruan tinggi kami dapat melaksanakan kewajiban sebagai tenaga bidan yang profesional sesuai kode etik dan etika kebidanan,” terang Nilatuh Izah.

Menurut dia Prodi D3 Kebidanan perguruan tingginya, meluluskan bidan yang mampu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif, juga bidan yang mempunyai jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship. Karena itulah lulusannya juga telah dibekali dengan pelatihan-pelatihan seperti akupresur dan mom baby spa.

Terbentur Aturan

Sementara itu, Suharti Amd Keb mewakili Ketua IBI Kota Tegal mengatakan, saat ini muncul persoalan lulusan kebidanan sulit mencari lapangan kerja. Karena memang lahan kerja untuk bidan-bidan di Rumah Sakit dan Puskesmas sangat terbatas, dibanding dengan tenaga kesehatan perawat. Begitu juga di Klinik-Klinik swasta yang terbentur aturan dari Kementerian Kesehatan dalam akreditasi.

“Pesan saya selepas ini (Pengambilan Sumpah-red), agar lulusan langsung daftar menjadi anggota IBI di daerah masing-masing, dan ikut pelatihan maupun seminar dan magang di Praktik Mandiri Bidan atau Rumah Sakit Klinik atau Puskesmas. Karena bidan yang sukses adalah karena mereka memiliki banyak pengalaman. Jadi memang harus memperbanyak pengalaman, dan saya minta segara daftarkan untuk magang kerja,” ucap dia.

Dia mengungkapkan, IBI sangat berperan bagi anggotanya dalam pengurusan Surat Tanda Registrasi (STR), Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Ijiin Kerja Bidan (SIKB), Permohonan Surat Izin Praktik Bidan (SIPB) dan pelatihan-pelatihan resmi dunia kebidanan.

”IBI merupakan organisasi terbesar di antara organisasi profesi kesehatan lainnya. Agar bidan dapat mendapatkan rekomendasi IBI, maka syaratnya harus sudah menjadi anggota IBI yang aktif,” tandas Suharti.(Riyono Toepra-redo7)

BERITA LAINNYA