Take a fresh look at your lifestyle.

Jalan Babatan-Kedungjati Berlubang dan Aspal Mengelupas

165

WARUREJA – Warga Kecamatan Warureja dan sekitarnya di Kabupaten Tegal mengeluhkan kerusakan jalan Babadan-Kedungjati. Jalan sepanjang 8 kilometer itu, berlubang dan aspal jalan mengelupas. Pasalnya, jalan itu merupakan jalur alternatif dari jalur Pantura menuju ke Kota Slawi hingga Purwokerto.

Salah satu warga Desa Banjarturi, Kecamatan Warureja, Ali Asyikin (43) mengatakan, ruas jalan Babadan-Kedungjati merupakan akses utama di wilayah Kecamatan Warureja. Jalan itu membentang di Desa Banjarturi, Warureja, Sukareja, Kendayakan, hingga Desa Kedungjati. Setiap hari, mobilitas kendaraan di jalan tersebut sangat tinggi karena jalan itu merupakan akses pendidikan, perekonomian dan pertanian warga. Menurut Ali, kerusakan terparah berada di sepanjang jalan Babadan hingga Sukareja. Hampir semua aspal mengelupas dan dipenuhi lubang.

“Kalau hujan membahayakan. Lubangnya berisi air. Jadi tidak terlihat oleh pengendara. Akibatnya, banyak pengendara terpeleset dan jatuh,” ungkapnya.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal Bakhrun membenarkan kerusakan jalan di wilayah Kecamatan Warureja. Dia mengaku kerap mendapat aduan dari masyarakat di wilayah tersebut. Dia berharap, jalan itu dibeton supaya kuat dan tahan lama.

“Di situ tanahnya memang labil. Jadi kalau diaspal pasti rusak lagi. Itu harus ditinggikan dan dibeton,” sarannya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal Hery Suhartono melalui Kabid Jalan Sudarso menyatakan, anggaran untuk peningkatan ruas Jalan Babadan-Kedungjati di tahun ini tidak dianggarkan dalam APBD II. Namun, dia mengaku sudah mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020.

“Tapi usulan itu ditolak. Semoga tahun 2021, bisa direaliasi,” ucapnya singkat. (Wiwit/red03)

BERITA LAINNYA