Take a fresh look at your lifestyle.

63 Desa Belum Lolos ODF

142

SLAWI- Pemkab Tegal tahun 2019 ini menargetkan Kabupaten Tegal ODF atau terbebas dari buang air besar sembarangan. Program ini menjadi upaya pembangunan sanitasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji menyampaikan, sampai saat ini dari  287 desa/kelurahan di Kabupaten Tegal, tersisa 63 desa yang belum lolos  ODF . Sementara itu,  220 desa lolos bersyarat dan  empat desa dinyatakan lolos ODF. Untuk itu, Hendadi meminta  pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan Puskesmas guna menuntaskan desa-desa yang belum lolos ODF.

Pada acara evaluasi Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) dan percepatan Kabupaten Tegal ODF 2019, di Hotel Grand Dian, Senin (16/9), Hendadi memaparkan, untuk  mewujudkan Kabupaten Tegal ODF, Pemkab Tegal mengelontorkan dana PDPM hingga total Rp  65,2 miliar  selama 3 tahun yang difokuskan untuk penataan dan penyehatan lingkungan khususnya akses sanitasi dengan jamban sehat.

“Saat ini kabupaten tegal sudah akses sanitasi 95,44 persen serta masih menduduki rangking 22 di Jawa Tengah,”terang Hendadi di acara dihadiri Bupati Tegal, Umi Azizah dan diikuti camat serta kepala puskesmas itu.

Terkait dengan capaian tersebut, Bupati Tegal, Umi Azizah berharap semua pihak memperkuat kerja sama serta sinergitas untuk mempercepat pencapaian ODF 2019.

Umi menyebutkan, transformasi sosial menuju masyarakat yang hidup bersih dan sehat serta tinggal di lingkungan yang sehat memerlukan proses panjang dan  tidak singkat.

“ Sekalipun kredo keagamaan umat muslim bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, akan tetapi tidak semua mengamininya. Artinya, dalam menjalankan syariat saja, masih pilih-pilih, masih setengah-setengah, “ujarnya.

Di sisi lain,kepemilikan jamban sehat pada keluarga penerima program bantuan tidak serta merta menjamin perilaku BABS-nya akan berubah. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi  hal tersebut. Diantaranya norma sosial, karakter budaya, tingkat pengetahuan atau pendidikan dan kesejahteraan warg, sehingga perlu ada pendampingan melalui kegiatan pemicuan dan gerakan penyadaran dengan menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama agar mau memberikan pengetahuan mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.

Umi meminta kepala desa berperan aktif, karena kepala desa adalah pemimpin pemerintahan desa yang memiliki peran penting terkait kedudukannya sebagai kepanjangan tangan negara yang terdekat dengan masyarakat.

Untuk itu Umi meminta kepada camat yang hadir agar mengecek dan melaporkan satu persatu APBDes desanya masing-masing, sembari memastikan alokasi anggaran yang cukup untuk menuntaskan kepemilikan jamban keluarga bagi warga miskin tahun 2019.

Pada pertemuan itu, Umi berpesan kepada Dinas Kesehatan, para camat dan kepala Puskesmas, mengidentifikasi dan mengalkulasi jumlah unit jamban keluarga sehat yang dibangun melalui pendanaan CSR, donasi dari pelaku usaha dan lembaga di luar Pemdes dan Pemkab Tegal. (Sari/Red 6)

 

BERITA LAINNYA