Take a fresh look at your lifestyle.

60 Lebe Dibekali Penanganan Jenazah ODHA

148

TEGAL – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal memberikan pelatihan cara memandikan jenazah khusus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 60 lebe yang berasal dari 27 kelurahan.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengantisipasi sekaligus memberikan pemahaman bahwa memandikan jenazah ODHA sangat minim berpotensi menularkan virus, ” ujar Kepala Dinkes, Sri Primawati Indraswari melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Yuli Prasetya, kemarin.

Menurut dia, pembekalan dan sosialisasi tentang tata cara penanganan jenazah ODH bersifat menyeluruh. Targetnya, meliputi lebe, petugas Kemenag, dan petugas kamar mayat rumah sakit untuk menghapus stigma negatif terkait pemulasaran (penanganan) jenazah ODHA agar tidak terjadi diskriminasi. “Jika penanganannya tepat dan benar, kecil kemungkinan terjadi penularan HIV/AIDS pada jenazah berstatus ODHA,” katanya.

Yuli menjelaskan, edukasi dan pelatihan penanganan jenazah ODHA diberikan secara bertahap bagi 60 orang meliputi lebe laki-laki dan perempuan. Selain itu, pihaknya juga melibatkan Kemenag Kota Tegal sebagai narasumber tentang tata cara penanganan jenazah ODHA secara Islam.

Sementara itu, Pemegang Program HIV/AIDS dari Bidang P2P, Lenny Herlina menjelaskan, dengan banyaknya mitos bahwa penyakit HIV/AIDS yang diidap jenazah ODHA akan menular belum bisa dibuktikan. Sebab, jenazah ODHA aman untuk dimandikan karena virusnya akan mati empat jam setelah meninggal dunia. Bahkan, penularan virus HIV/AIDS juga hanya bisa melalui darah, sperma dan cairan vagina. “Penanganan sesuai SOP termasuk peggunaan plastik saat mengkafani jenazah juga sangat dianjurkan untuk meminimalisir penyebaran kotoran selama penanganan. Yang perlu diperhatikan, diantaranya menggunakan sarung tangan maupun masker bagi petugas yang menangani jenazah ODHA,” tandasnya.(Wawan Hoed/Red2)

BERITA LAINNYA