Take a fresh look at your lifestyle.

46 Desa di Kabupaten Pemalang Rawan Banjir

220

PEMALANG – Sebanyak 46 desa di Kabupaten Pemalang dinilai rawan terjadi bencana banjir, untuk itu masyarakat dihimbau terus waspada. Ancaman banjir masih mengintai sebab sekarang ini masih masuk musim penghujan hingga beberapa bulan kedepan.

“Berdasarkan pemetaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, tercatat ada sekitar 46 desa yang rawan terjadi banjir. Desa atau wilayah yang rawan banjir berada di sembilan kecamatan, baik yang berada di perkotaan, pesisir, maupun sebagai daerah atas,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Pemalang, Wahyu Sukarno Adi Prayitno, kemarin.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan oleh BPBD Pemalang tahun 2019, Kecamatan Petarukan rawan terjadi banjir. Tercatat ada sekitar 11 desa yang potensial atau rawan terjadi banjir, antara lain Desa Nyamplungsaru, Iser, Widodaren, Kendalrejo maupun Desa Kendaldoyong. Selain itu Kecamatan Ulujami ada sekitar sembilan desa yang rawan banjir, dan Kecamatan Comal ada enam desa yang rawan. Hal itu disebabkan daerah tersebut dilintasi sungai Comal, dimana aliran tersebut potensial terjadi banjir. Sehingga daerah yang dilintasi aliran sungai itu, termasuk daerah rawan banjir. Namun selama beberapa hari terakhir, dengan intensitas hujan yang deras, hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat di Pemalang yang daerahnya terjadi banjir. Berdasarkan pantuan dan laporan dari tim BPBD Pemalang secara umum kondisi di daerah tersebut masih aman dan terkendali.

“Meskipun masuk termasuk aman, kita terus melakukan sosialisasi, himbauan dan pelatihan pelatihan terkait dengan ancaman bencana yang ada di Pemalang. Bahkan kita juga melakukan piket 24 jam dengan melibatkan semua elemen sukarelawan yang bersiaga di kantor BPBD,” tandasnya.

Ia mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke kepala desa melalaui camat masing masing terkait antisipasi menghadapi musim penghujan. Pihaknya meminta pada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan pada warga yang berada pada
daerah yang mempunyai tingkat kerentanan tanah tinggi. Segera melakukan tanggap darurat berupa pengungsian jika wilayah
permukiman dirasa membahayakan jiwa penduduk. Meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian susulan bilamana curah hujan semakin tinggi. (H77/Red03)

BERITA LAINNYA