Take a fresh look at your lifestyle.

40 Makam di Tegal Yang Perlu Diketahui

162

Smpantura.com – Ziarah kubur merupakan suatu kegiatan yang yang melekat dengan budaya yang ada di Indonesia. Umumnya, peziarah melakukan kunjungan pada momen – moment tertentu. Mengutip dari NUJateng, ziarah kubur sudah menjadi perilaku warga islam khususnya nahdliyin. Mereka terbiasa mengunjungi, kerabat, orangtua, kyai, makam wali dan makam yang di anggap mempunyai sejarah yang sangat penting. Ziarah kubur biasanya diisi dengan lantunan ayat suci AlQur’an serta rangkaian zikir serta sholawat.

Selain itu, Ziarah kubur merupakan sunah untuk mengingatkan manusia pada kematian dan membaca pertanda di hadapan mereka. Mereka meyakini bahwa ziarah termasuk ibadah yang sangat dianjurkan serta manfaat yang diterima. Ziarah di Indonesia hadir turun menurun dan sudah menjadi tradisi yang panjang dalam sejarah Umat Islam di Indoensia.

Ada beberapa makam ziarah yang berada di Kabupaten dan Kota Tegal yang perlu di ketahui. Berikut nama-nama makam itu :

  1. Al-Habib Muhammad bin Thohir Al-Haddad (Kraton, Kota Tegal)
  2. Al Habib Husen bin Muhammad Al-Haddad (Kraton, Kota Tegal)
  3. Al-Habib Abdullah bin Ahmad Al-Kaff (Kraton, Kota Tegal)
  4. Al-Habib Tholib bin Muhsin Al-Atthos (Bumijawa)
  5. Ki Gede Sebayu (Danawarih, Balapulang)
  6. Ki Ageng Anggawana (Kalisoka, Dukuhwaru)
  7. Pangeran Purbaya/Sayyid Abdul Ghofar (Kalisoka, Dukuhwaru)
  8. Mbah Panggung/Sayyid Syarif Abdurrohman (Panggung ,Tegal)
  9. Mbah Semedo/Syekh Abdurohman (Semedo, Kedungbanteng)
  10. Syeh Abdul Fatah/Raden Fatah (Mokaha, Jatinegara)
  11. Syekh Armia bin Kyai Kurdi(Cikura, Bojong)
  12. Sa’id bin Syekh Armia (Giren, Talang)
  13. Sunan Amangkurat I/Raden Mas Sayidin (Pekuncen, Tegalarum)
  14. Mbah Suroponolawen/Sayid Sarif Abdurrohman (Pagiyanten)
  15. Syekh Atas Angin/Syekh Muhammad (Pedagangan, Dukuhwaru)
  16. Ki Pranantaka/Gendowor (Adiwerna)
  17. Isa Mufti, KH. Baidlowi Mufti, Muassis Ponpes Babakan (Makam Komplek Ma’hadutholabah, Babakan)
  18. KH Abdul Jalil (Muasis Ponpes kali kangkung Pangkah)
  19. Mbah Dipoyudo (Mbah Jeneng-Lembasari)
  20. Sayid Abdul Halim ( Pangeran Banathawa/ Mbah Banthiu ) kompleks PP Miftahul Jannah Grobog Kulon Pangkah
  21. Al Habib Muksin bin Ahmad Al-attos jrumat timur cerih.
  22. Ahmad Jrumat-Cerih
  23. Jamil Kranggan cerih.
  24. KH Abdullah Jamil (komplek ponpes hasyim asy’ri karangjati tarub kabupaten tegal)
  25. Muhamad bin Mufti gunung clirit kli Bakung(korban penganiayaan blanda .)
  26. Al Habib Muhdor Cerih jrumat timur.
  27. Mbah Tarhadi Blanten-Cikura,
  28. KH Imron Ahmadi Pesayangan Talang (Mualif Metode Tilaawati)
  29. Akhmad NadhoriPponpes Darul Istiqomah ( Lengkong Bojong )
  30. Kyai Abdul Halim Sumbarang
  31. Mbah Adipati Bojong
  32. Habib Salim bin Muhamad bin Syeh Abu Bakar Sumbarang
  33. Abu Ubaidah Giren Talang
  34. Ki Ageng Suroprono Cikura
  35. Mbah Kendil Wesi Cikura
  36. Kurdi Cikura
  37. Mbah Ky. Tarmiyah/ Ky. Sepi Angin Padasari
  38. Kyai Asmu’i Dukuh Salam slawi
  39. Kyai Imam Dukuh Salam Slawi
  40. Makam KH Toyyib al-Abror bin KH Ihsan bin KH tsabit bin KH Abdulloh bin Kyai Lanang bin Syekh Abdurrahman Semedo makam di kedungkelor Warureja

Niat para peziarah adalah kunci utama dalam melakukan ibadah ini. Dalam segala bentuk ibadah, umat Islam selalu menanamkan dalam hati untuk mendekatkan diri dan meningkatkan takwa kepada Allah.

Terlebih lagi, makam para wali dan orang saleh di Indonesia sangat banyak. Ini sangat memungkinkan sekali bagi mereka untuk mengalap berkah. Sementara, keberkahan sendiri bagi kehidupan nahdliyin adalah nilai yang membekali mereka bukan hanya menghadapi tetapi juga mengatasi segala persoalan kehidupan. (*)

BERITA LAINNYA