Take a fresh look at your lifestyle.

Pelajar dan Mahasiswa di Tegal Dibekali Seminar Kewirausahaan

196

 

TEGAL-Lebih dari seribu pelajar dan mahasiswa se-Kota dan Kabupaten Tegal antusias mengikuti seminar motivasi nasional kewirausahaan yang digelar Wirausaha Muda Nusantara (Wimnus) di Hotel Bahari Inn, Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu (15/9/2019).

Dalam acara yang secara resmi dibuka Wakil Wali Kota M. Jumadi, hadir sebagai pemateri motivator muda Syafii Efendi yang juga merupakan Brand Wimnus dengan mengusung tema “Beasiswa dan Kewirausahaan di Era Milenial”.

Kasi SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah Mujahidin dalam kesempatan itu berharap, para pelajar memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam mengarungi era revolusi industri 4.0

“Yakni salah satu caranya dengan memahami cara kerja mesin atau teknologi dan memiliki kemampuan digital. Atau harus memahami literasi era revolusi industri,” kata dia.

Wakil Wali Kota M. Jumadi dalam kesempatan itu turut berbagi motivasi kepada para peserta. Menurutnya, anak muda harus mau belajar dan tak perlu takut salah.

“Orang itu harus semangat dan berani dalam belajar, tidak usah takut salah. Ke depan saya bersama wali kota juga menginkan Kota Tegal menjadi Kota Smart yang kaya inovasi,” pungkasnya.

Salah satu pemateri, Syafii Efendi mengatakan, Wimnus adalah organisasi kewirausahaan yang fokus ke pemuda.

Menurutnya, Indonesia butuh solusi ekonomi. Karena pelaku ekonomi yang ada sekarang menurutnya, 64 persen diisi oleh pelaku usaha kecil menengah seperti warung-warung kecil.

“Ini sebenarnya masalah besar di negara kita. Karena tidak diperhatikan. Kapitalis terlalu lahap memakan kita. Hari ini akan berbicara seputar itu,” kata dia

Menurutnya, Wimnus menyasar peserta usia muda mulai dari 16-24 tahun. Karena menurutnya, mereka yang akan mengisi Indonesia ke depan.

“Tamat kuliah jangan harus jadi ASN lagi. Saya rasa paradigma lama itu harus selesai dari bumi kita. Agar kemandirian bangsa kita bisa dimulai. Misal gaji yang tidak cukup, masul kerja harus nyogok. Dan lainya itu harus dihilangkan,” pungkasnya. (Setyadi/Red4)

BERITA LAINNYA