Take a fresh look at your lifestyle.

35.396 Debitur Dapat Keringanan Kredit

131

TEGAL – Sebanyak 35.396 nasabah atau debitur di wilayah Eks-Karesidenan Pekalongan mendapat keringanan kredit atau restrukturisasi kredit, akibat dampak Covid-19. Demikian disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Tegal, Ludi Arliyanto saat melakukan teleconference dengan media, Senin (20/4).

“Data per 16 April 2020 menunjukkan ada 35.396 nasabah atau debitur yang telah mendapatkan restrukturisasi kredit. Jumlah itu terdiri dari debitur perbankan (Bank Umum, BPR/ BPRS) dan debitur di industri keuangan non bank,” ungkap Ludi.

Adapun total outstanding kredit seluruh debitur tersebut mencapai Rp 1,40 triliun. Dengan rincian, jumlah debitur yang mendapatkan keringanan kredit di perbankan sebanyak 14.394 debitur dengan nominal Rp 1,33 triliun.

Sedang di Industri Keuangan Non Bank, yakni PT Permodalan Nasional Madani (Persero) PNM sebanyak 20.470 debitur dengan nominal Rp 44,63 miliar. Sementara dari perusahaan pembiayaan (leasing) sebanyak 527 debitur dengan nominal Rp 20,99 miliar dan dari PT Pegadaian sebanyak lima debitur dengan nominal Rp 340,92 juta.

Adapun jumlah debitur dari seluruh IJK yang saat ini masih dalam proses pengajuan permohonan keringanan kredit sebanyak 73.641 debitur.

“Jadi tidak benar kalau ada yang bilang masyarakat tidak dilayani. Namun, memang pihak bank, perusahaan pembiayaan atau leasing, PNM, pegadaian, serta IJK yang lain, membutuhkan waktu untuk melakukan penilaian pada proses pengajuan restrukturisasi kredit,” katanya.

Jika debitur telah mengajukan permohonan keringanan kredit, tentunya IJK akan memberitahukan hasil keputusannya kepada debitur. Sebab, tidak semua dapat disetujui dalam waktu singkat, karena beberapa industri mengharuskan menunggu persetujuan dari kantor pusat.

“Masyarakat yang akan mengajukan permohonan keringanan kredit ini diharapkan tahu, bahwa keringanan ini ditujukan untuk masyarakat yang benar-benar memerlukan,” bebernya. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA