Take a fresh look at your lifestyle.

31.556 Jiwa di Kaki Gunung Slamet Jadi Fokus Evakuasi

173

BREBES – Sekitar 31.556 jiwa yang kini tinggal di kaki Gunung Slamet, di wilayah Kabupaten Brebes menjadi fokus evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes. Mereka harus diungsikan ketika Gunung Slamet mengalami erupsi. Saat ini status gunung terbesar di Pulau Jawa itu waspada level II.

“Dari hasil pendataan kami di lapangan, saat ini ada sekitar 31.556 jiwa yang tinggal di kaki Gunung Slamet, di wilayah Brebes. Mereka wajib diselamatkan saat terjadi erupsi. Tapi, mudah-mudahan ini tidak terjadi,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Nuhsy Mansyur, Kamis (15/8).

Dia menjelaskan, dari puluhan ribu jiwa itu, tersebar di empat desa. Yakni, Desa Dawuhan, Batursari, Igirklanceng di Kecamatan Sirampog, dan Desa Pandansari di Kecamatan Paguyangan. Namun dari semua wilayah itu, lokasi paling dekat dan berbahaya berada di Pedukuhan Kaliwadas Desa Dawuhan dan Sawangan. “Kedua pedukuhan ini, letaknya paling dekat dan jumlah penduduknya banyak. Dukuh Sawangan ini sebenarnya masuk wilayah Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Tapi, perlu kita evakuasi juga karena akses jalannya melalui Dukuh Kaliwadas. Di sisi lain, mereka kan manusia jadi harus kami selamatkan,” jelasnya.

Menurut dia, dari hasil survai lapangan dan koordinasi dengan instansi terkait, beberapa langkah harus dilakukan untuk persiapan ketika Gunung Slamet erupsi. Di antarannya, persiapan jalur evakuasi, pendirian posko, pemasangan sirine peringatan, pemasangan rambu jalur evakuasi, pemetaan titik kumpul dan posko pengungsian. Untuk jalur evakuasi telah pihaknya cek dan mayoritas sudah siap. Namun masih ada sedikit kondisi jalan yang rusak. Yakni antara Dukuh Sawangan menuju Kaliwadas. Jalur evakuasi itu akan segera diperbiki.

Kemudian, lanjut dia, untuk posko relawan sudah didirikan di Dukuh Kaliwadas dan petugas di posko itu terus berpatroli serta melakukan pengamatan terhadap aktivitas gunung. “Kemarin, kami juga cek rambu penunjuk arah jalur evakuasi, ternyata ada 15 rambu yang rusak dan akan diperbaiki Dinas Perhungan Brebes. Kalau untuk titik kumpul pertama, kami sudah siapkan lapangan di sekitar Dukuh Kaliwadas. Selanjutnya, mereka di bawa ke posko evakuasi terakhir di Kantor Kecamatan Sirampog,” paparnya.

(Setiawan/red2)

BERITA LAINNYA