Take a fresh look at your lifestyle.

2023, Pemulihan Tanah Berlimbah B3 di Pesaeran Ditargetkan Tuntas

65

SLAWI, smpantura.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan pemilihan lahan di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal selesai di tahun 2023. Lahan yang terkontaminasi limbah B3 akibat aktivitas perajin logam itu, bakal dimanfaatkan sebagai destinasi wisata religi.

“Kami sejak 2017 lalu sudah memulai melakukan pemulihan lahan, targetnya pada 2023 sudah tuntas,” kata Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 KLHK, Haruki Agustina saat konferensi pers di Gedung A Setda Tegal, Selasa (21/9). Acara itu juga dihadiri Bupati Tegal, Hj Umi Azizah dan Kepala DLH Kabupaten Tegal Mukhtar Mawardi.

Haruki menjelaskan, pemulihan lahan sudah dilakukan 2017 di SMK Pena Wajah Pesarean seluas 700 m2 dengan jumlah limbah 15 ton. Di tahun 2021, pemulihan di Pesarean selatan 2 seluas 2.855 m2 dengan jumlah limbah 3300 ton. Kedepan pada tahun 2022, pemulihan di lahan seluas 2.428 m2 dengan jumlah limbah 8.653 ton, dan di 2023 luas laham 3.466 m2 dengan jumlah limbah 6.127 ton.

“Setelah dipulihkan, nantinya lahan itu akan digunakan untuk destinasi wisata religi,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, sistem pemulihan lahan dilakukan dengan mengeruk tanah yang terkontaminasi limbah. Tanah tersebut diolah menjadi batako yang kemudian hasilnya diserahkan kembali ke masyarakat. Hal itu diminta untuk dimanfaatkan sebagai modal alih profesi para perajin logam, seperti pengelolaan wisata dan pekerjaan lainnya. Selain itu, para perajin yang telah dipindahkan di PIK Kebasen juga harus lebih baik dalam pengolahan limbahnya.

“Jangan sampai dipindah, tapi hanya memindah persoalan. Harus ditata dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, persoalan dampak lingkungan terhadap masyarakat sekitar dipastikan terjadi karena pengolahan limbah sudah terjadi sejak 1960. Namun, diharapkan Pemkab Tegal melakukan kajian mendalam agar sebagai data base untuk sosialisasi terhadap masyarakat.

“Bupati dan masyarakat harus komitmen untuk menyelesaikan persoalan ini. Ini demi kelangsungan regenerasi kedepan,” pintanya.

Bupati Hj Umi Azizah mengapresiasi langkah KLHK yang sudah memulai melakukan pemulihan lahan. Diharapkan, kegiatan itu dilakukan hingga tuntas. Kondisi itu sangat menentukan kelangsungan generasi kedepan yang bisa hidup aman dan sehat. Selain di Pesarean, penanganan limbah B3 juga diminta dilakukan di Karangdawa, Margasari.

“Satu lagi persoalan yang harus dikawal KLHK, yakni tentang sampah. Penanganan sampah butuh sarana dan prasarana yang memadai,” katanya. (T05-Red)

 

 

 

BERITA LAINNYA