PKBM Sakila Kerti Launching Program Asela Cantika

TEGAL – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sakila Kerti, Terminal Tipe A Kota Tegal, melaunching program pendidikan dan perlindungan anak ‘Asela Cantika’, Sabtu (26/12) kemarin.

Program yang digagas Sekolah Terminal tersebut, merupakan sinergitas antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal, dalam memberikan pendidikan yang layak dan mencegah kekerasan pada anak.

Pengelola PKBM Sakila Kerti, Dr Yusqon mengatakan, Asela Cantika merupakan program pengembangan dari Sekolah Terminal yang bersinergi dengan Disdikbud mengenai program Ayo Sekolah Lagi.

“Kita gabungkan menjadi Asela Cantika. Kepanjangan dari Ayo Sekolah Lagi (Asela) Dengan Cara (C) Layanan (AN) Terintegrasi (T) Inovasi (I) Kekerasan Anak (KA),” kata Yusqon.

Tak hanya itu, program Asela Cantika juga terintegrasi dengan DPPKBP2PA dalam rangka upaya mencegah kekerasan pada anak. Sehingga, sambung Yusqon, anak-anak di Terminal dapat lebih teredukasi dan terhindar dari tindak kekerasan.

Adapun untuk pendampingan dan bimbingan terhadap orang tua maupun anak, Yusqon turut menggandeng aktivis perlindungan anak dan perempuan, Ratna Edi Suripno. Turut hadir dalam acara launching tersebut, Dirjen PAUD dan Dikdasmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumeri.

“Asela Chantika ini merupakan program sinergisitas dari beberapa pihak, yang muaranya tentu agar pendidikan dan perlindungan terhadap anak dapat lebih diperhatikan,” pungkas Yusqon.

Sementara, Jumeri mengungkapkan, adanya Sekolah Terminal di Kota Bahari merupakan sebuah usaha yang luar biasa dalam dunia pendidikan. Sebab, tidak semua anak dapat mengenyam pendidikan di sekolah formal.

Terlebih di masa pandemi saat ini, boleh jadi keberadaan Sekolah Terminal akan meningkatkan banyak anak yang putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya.

“Sekolah non formal akan berperan besar. Kami berharap peran PKBM jauh lebih besar. Karena kemungkinan akan bertambah jumlah anak yang putus sekolah, mereka lebih memilih bekerja ketika sekolah dan apabila mereka sudah terlanjur bekerja akan sulit diminta kembali ke sekolah. Dengan adanya PKBM anak-anak bisa bekerja sambil bersekolah, itu bisa menjadi solusi,” tutupnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.