Warga Banjarharjo Sabet Hadiah Utama Gebyar Tamades 2020

Wabup Brebes, Narjo tengah menekan tombol pengundian hadiah utama dalam Gebyar Tamades BPR BKK Banjarharjo tahun 2020, Sabtu (5/12).

BREBES – PT BPR BKK Banjarharjo (Persoda) Kabupaten Brebes, menggelar Gebyar Tamades tahun 2020, Sabtu (5/12). Hadiah utama satu unit sepeda motor Honda Vario 125 CBS, berhasil disabet Elis Hamdiah, nasabah asal RT 01/ RW 02 Desa Banjarharjo, Kecamatan Banjaharjo, Brebes.

Gebyar Tamades yang digelar di Aula Kantor BPR BKK itu, dilaksanakan dengan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, wajib memakai masker dan pembatasan tamu undangan. Acara dibuka Wakil Bupati Brebes, Narjo. Orang nomor dua di Kota Bawang ini, juga didaulat mengambil undian hadiah utama, yang diundi secara elektronik, disaksikan notaris, pihak kepolisian, jajaran BPR BKK Banjarharjo dan tamu undangan. Selain hadiah utama, Gebyar Tamades juga menyediakan sedikitnya 36 hadiah menarik lainya. Di antaranya, 4 unit sepeda motor Honda Beat untuk hadiah pertama. Kemudian, televisi, kulkas, mesin cuci hingga dispenser yang masing-masing sebanyak 8 unit.

Plt Direktur Utama PT BPR BKK Banjarharjo, M Abdillah mengatakan, program undian Gebyar Tamades merupakan wujud penghargaan dan ungkapan terima kasih kepada para nasabah, atas kepercayaan serta kesetiaannya. Diharapkan, ke depan ada peningkatan kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya di BPR BKK Banjarharjo. “Kami juga berharap melalui program Gebyar Tamades ini, dapat memotivasi masyarakat Brebes untuk menjadi nasabah kami,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, tahun 2020 merupakan tahun ke-13 dari marger BPR di Brebes. Hingga November tahun ini, aset yang dimiliki PT BPR BKK Banjarharjo tercatat mencapai Rp 91,7 miliar lebih. Kemudian, dana masyarakat mencapai Rp 66,98 miliar. Kredit yang disalurkan mencapai Rp 72,33 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan sekitar 5 persen dibanding tahun 2019 lalu, yang hanya sebesar Rp 68,81 miliar. Sedangkan laba yang didapat di tahun 2018 sebesar Rp 3,7 miliar, tahun 2019 Rp 4,06 miliar dan tahun 2020 hingga November ini  Rp 2,14 miliar. Di sisi lain, sebagai wujud pertanggung jawaban sosial dan lingkungan, pihaknya menganggarkan 3 persen dari laba untuk CSR melalui program PT BPR BKK Banjarharjo Peduli. Di tahun ini, kegiatan CSR telah dilaksanakan dalam bentuk bantuan paket sembako dan kegiatan sosial dampak Covid-19. Kemudian, bantuan masker dan alat pelindung diri Covid-19, bantuan renovasi tempat ibadan serta bantuan bencana alam di Banyumas dan wilayah Jateng lainnya.

“Alhamdulillah sejak April 2020 lalu, kami telah melakukan perubahan badan hukum. Yakni, dari semula PD BPR BKK Banjarharjo menjadi PT BPR BKK Banjarharjo. Ini kami lakukan bertujuan untuk memperluas akses keuangan masyarakat dan mendorong pembiayaan UMKM yang efektif serta efisien,” ungkapnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Brebes, Narjo, memberikan apresiasi tinggi terhadap jajaran BPR BKK Banjarharjo yang telah bekerja keras untuk membangun kekuatan dunia perbankan di Brebes. Termasuk, telah dengan baik menyalurkan Bantuan Jaringan Pengaman Sosial Ekonomi (JPSE) dari APBD Pemkab Brebes kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Menurut dia, keberadaan BPR BKK Banjarharjo dinilai telah mengerakkan perekonomian masyarakat di Kota Bawang. Untuk itu, sebagai salah satu perusahaan milik daerah diharapkan semakin aktif meningkatkan perilaku wirausaha, dan mendorong produktivitas masyarakat berwirausaha. Di sisi lain, semakin tingginya iklim persaingan di ranah lembaga keuangan, juga harus lebih disikapi secara cerdas oleh pihak manajemen. Dituntut adanya kreasi dan inovasi program yang digulirkan ke masyarakat, sehingga ke depan dapat bersaing dalam memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat. “Salah satu inovasi ini, adalah Gebyar Tamades yang dilaksanakan setiap tahun untuk nasabah. Program ini saya yakini sebagai upaya untuk menarik masyarakat dalam menginvestasikan dananya ke BPR BKK Banjarharjo,” ujarnya.

Lebih lanjut Wabup berpesan, ke depan BPR BKK Banjarharjo diminta terus membenahi kualitas sumber daya manusia agar lebih profesional. Sehingga mampu memberikan produk layanan yang berkualitas dan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat semakin meningkat. “Bila perlu, tambahkan program layanan yang betul-betul menyentuh kebutuhan masyarakat, agar eksistensinya dapat terjaga,” pungkasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.