Viral, Melintas Under Pass Gedong Jimat Harus Tundukan Kepala

- Dibangun Sejak Tahun 1912

SEBUAH terowongan jalan (under pass) yang sempit di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, mendadak viral di media sosial. Under pass yang dibangun sejak zaman Belanda itu, unik karena pengendara sepeda motor yang melintas harus menundukkan kepala. Jalur alternatif tersebut kini banyak digunakan warga, khususnya pengendara motor, karena jalan utama di wilayah tersebut sedang diperbaiki total. 

Under pass Gedong Jimat, warga biasa menyebut terowongan jalan tersebut. Lokasinya berada di bawah rel kereta api, dengan panjang 5 meter, lebar 1,5 meter dan tinggi 1 meter. Fungsinya menghubungkan dua wilayah di Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Brebes. Yakni, wilayah Rukun Tetangga (RT) 2 menuju RT 3 / RW 2. Warga kini banyak memanfaatkan terowongan itu karena jalur utama Ketanggungan menuju Ketanggungan Selatan direhab total. Untuk mempersingkat waktu dan terhindar dari kemacetan, warga memanfaatkan undur pass itu sebagai jalur alternatif.

“Meski terowongannya kecil, tapi sekarang banyak pengendara sepeda motor yang lewat. Isitlahnya jalur alternatif karena jaraknya lebih dekat dan menyingkat waktu,” jelas Sugeng Hargono (53) warga RT 3/ 2 Desa Karangmalang.

Setelah viral di facebook, instagram hingga whats app, kata dia, under pass Gedong Jimat itu memang semakin ramai. Warga banyak yang penasaran, sehingga datang dan mencoba terowongan tersebut. Namun untuk warga sekitar, jalur itu memang sebagai jalan alternatif. Misal warga dari Desa Baros, Cikeusal Kidul dan Cikeusal Lor yang mau ke pusat ibu kota kecamatan, memanfaatkan terowongan tersebut. Itu karena mempersingkat jarak, apalagi saat ini jalan utama sedang diperbaiki total.

“Saya sendiri tidak tahu pasti kapan dibangunnya under pass ini. Yang jelas, sudah ada sejak saya kecil. Kata para orang tua sih, terowongan ini dibangun sejak zaman Belanda. Dikenal dengan terowongan Gedong Jimat, karena awalnya menghubungkan antara bangunan penyimpanan pusaka (Gedong Jimat) dengan Sidamulya,” ungkapnya.

Diki (31), warga Desa Baros Kecamatan Ketanggungan mengaku, lebih memilih melewati Under pass Gedong Jimat untuk menghemat waktu. Meski harus menuntun sepeda motor dan membungkuk saat melintasi terowongan. Jarak tempuhnya lebih cepat dibandingkan harus memutar lewat jalan lain. “Bisa saja lewat jalan lain. Tapi jaraknya jauh sekitar 15 menit. Makanya milih Under pass Gedong Jimat biar lebih dekat,” katanya.

Kepala Desa Karangmalang, Mohammad Idris mengatakan, sudah sejak lama terowongan itu digunakan warga. Bahkan, sejak zaman penjajahan Belanda. “Pertama kali terowongan ini dibangun sekitar tahun 1912, dan hingga saat ini masih dimanfaatkan warga meski kondisinya sempit. Warga harus menundukkan kepala saat melintas,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Brebes melalui Kapolsek Ketanggungan AKP Suroto menjelaskan. Ramainya arus lalu lintas yang melintasi Under pass Gedong Jimat. Diakui bertambah padat sejak lima hari terakhir. Sebab, masih berlangsungnya perbaikan total jalan utama Ketanggungan. Mengakibatkan arus lalu lintas menuju utara ke selatan ditutup sementara.

“Selama jalur utama ditutup karena rehab total. Pengendara sepeda motor terutama warga yang tahu akhirnya lewat under pass,” pungkasnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.