Disiapkan Perpub, Layanan Sambu Dikembangkan Lewat Aplikasi Wed dan Android

BREBES – Layanan pengaduan masyarakat di Kabupaten Brebes, melalui program Sambat Maring Bupati (Sambu) kini dalam pengembangan lewat aplikasi web dan android. Selain itu, Pemkab Brebes juga sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbup), sebagai payung hukum layanan pengaduan tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi Infomatikan dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Brebes, Tatag Koes Adianto, melalui Kabid Komunikasi dan Kehumasan, Lusiana Indira Isni, Jumat (23/10) mengatakan, layanan Sambu diluncurkan sebagai layanan pengaduan masyarakat terkait keluhan pelayanan di jajaran Pemkab Brebes. Program itu sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu. Meski mendapat respon baik dari masyarakat, tetapi masih ada kendala dalam pengelolaannya. Salah satunya adalah lamanya waktu penyelesaian aduan. “Untuk memperkuat keberadaan Sambu ini, saat ini kami tengah menyusun Perbup. Ini akan menjadi payung hukum, sehingga pengaduan yang dilayangkan masyarakat cepat mendapat respon dan tindaklanjut. Kami juga akan kembangkan melalui aplikasi berbasis web, yang semula hanya sebatas layanan melalui whatapps,” ungkapnya

Menurut dia, hal terpenting dalam mengelola pengaduan masyarakat adalah kecepatannya dalam merespons dan menindaklanjuti suatu pengaduan. Itu juga merupakan cerminan dari baik buruknya unit pelayanan pengaduan di suatu instansi. Indikator yang dapat diukur dari keberhasilan suatu unit pengaduan adalah, apabila jumlah pengaduan yang direspons lebih besar daripada jumlah pengaduan yang masuk setiap harinya. “Ini yang menuntut adanya kecepatan para petugasnya untuk menganalisis, menelaah dan penyaluran. Adanya permasalahan ini, kami berupaya melakukan perubahan peningkatan kualitas pelayanan Sambu ini. Yakni, dengan adanya Perbup sebagai payung hukum dan pengembangan layanan,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari data pengaduan yang masuk melalui Sambu di tahun 2020, tercatat sebanyak 383 aduan. Dari jumlah itu, 289 aduan selesai ditindaklanjuti dan 94 aduan lainnya belum selesai. Melalui upaya peningkatan kualitas layanan pengaduan Sambu, diharapkan jumlah pengaduan masyarakat yang masuk semakin banyak yang dapat diselesaikan. Di sisi lain, permasalahan pengelolaan layanan yang selama ini dihadapi dapat diatasi. Sebab, melalui upaya peningkatan tersebut nantinya akan dibentuk tim efektif peningkatan layanan aduan masyarakat. Kemudian, adanya payung hukum mengenai layanan aduan masyarakat, tersosialisasikannya perbup mengenai layanan aduan masyarakat dan terbentuknya Bakohumas Brebes yang akan menangani layanan aduan masyarakat. “Selain itu, kami juga kembangkan layanan Sambu ini melalui aplikasi berbasis web dan aplikasi berbasis android. Sehingga akan mempermudah masyarakat mengakses,” paparnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya atas adanya inovasi pelayanan pengaduan masyarakat melalui Sambu tersebut, termasuk adanya penyusunan perbup. Diharapkan, adanya pengembangan itu pengaduan dari masyarakat lebih cepat ditindaklanjuti oleh instansi terkait. “Saya mendukung penuh langkah ini. Adanya pengaduan masyarakat yang cepat ditindaklanjuti, diharapkan bisa semakin meningkatkan layanan kepada masyarakat untuk lebih baik dan maksimal,” pungkasnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.