Dibongkar, Aksi Komplotan Pengedar Ribuan Lembar Uang Palsu

BREBES – Aksi komplotan pengedar ribuan lembar uang palsu berhasil dibongkar jajaran Polres Brebes, kemarin. Tiga orang anggota komplotan ini diringkus di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Dari tangan mereka, polisi berhasil mengamankan sebanyak 4.973 lembar uang palsu dengan pecahan Rp 100.000 yang siap edar.

Ketiga pelaku adalah Riharjo, Kustari dan Slamet Riyadi, kesemuanya warga Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Mereka diringkus saat berada di depan sebuah minimarket di Kecamatan Songgom, Brebes. Rencananya, uang palsu itu akan diserahkan kepada seseorang yang telah memesannya.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto mengatakan, kasus itu terbongkar berawal dari patroli rutin yang dilaksanakan jajaran Polsek Songgom. Namun saat petugas berpatroli, curiga terhadap keberadaan mobil sedan Toyota Vios berwarna silver, yang berhenti di halaman sebuah minimarket. Dari dalam mobil itu keluar tiga orang. Lantaran curiga, petugas kemudian menghampiri dan memeriksa identitas serta barang bawaannya.

“Saat memeriksa di dalam bagasi mobil, petugas kami mendapatkan tumpukan uang yang diduga palsu tersimpan dalam dus. Mendapati ini pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Brebes bersama barang bukti,” ujarnya saat ekspos pengungkapan kasus peredaran uang palsu di Mapolres Brebes, Kamis (15/10).

Dari hasil pemeriksaan tim Bank Indonesia Tegal, ungkap dia, uang pecahan Rp 100.000 yang dibawa pelaku itu palsu. Sementara dari hasil penggembangan, diketahui uang palsu yang dibawa pelaku itu diperoleh dari wilayah Solo. Mereka rencananya akan mengantarkan uang palsu tersebut ke seseorang yang sudah memesan, dan akan bertemu di Brebes. Orang yang akan ditemuinya itu, sesuai pengakuan para pelaku berasal dari Semarang. “Jadi, para pelaku ini bertugas mengedarkan uang palsu ini. Mereka akan mendapatkan imbalan Rp 2,5 juta untuk mengedarkan uang palsu senilai Rp 100 juta, dari pelaku utama yang membuat,” terangnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, modus yang dilakukan pelaku itu, dengan mengedarkan terhadap orang yang menjadi target, atau orang yang sudah memesan uang palsu tersebut. Setelah uang palsu sampai di target, mereka baru akan mendapatkan imbalan dari pelaku utama yang membuat uang palsu tersebut. “Alhamdulilah, sebelum uang palsu ini diedarkan, anggoat kami berhasil meringkus pelaku,” tandasnya.

Atas perbuatannya itu, sambung dia, pelaku diancam pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Mereka jteracam hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara. “Kami saat ini masih terus mengembangkan kasus ini. Kami yakin mereka mempunyai jaringan,” sambungnya.

Salah seorang pelaku Riharjo di depan penyidik mengaku, uang palsu itu didapat dari teman, dan dirinya hanya diminta untuk mengantarkan kepada orang yang sudah memesannya. Dari kerja itu, nantinya setelah ada orang yang mengambil di wilayah Cirebon, ia dan teman-teman akan mendapat imbalan Rp 12,5 juta. “Total uang yang dibawa nilainya Rp 500 juta. Saya janjian dengan orang yang memesan bertemu di sebuah SPUB di wilayah Cirebon. Dari mengantar ini saya akan diberi imbalan Rp 12,5 juta,” akunya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.