50 Calon Bos Muda Presentasikan Rencana Bisnis

SLAWI- Program Wirausaha Pemuda Tahap 2 di Kabupaten Tegal saat ini memasuki babak penilaian presentasi. Selama dua hari, Kamis (15/10) dan Jumat (16/10), 50 peserta yang lolos pada seleksi sebelumnya mendapat kesempatan memaparkan rencana bisnis yang akan dijalankan selama dua tahun ke depan. Presentasi dilaksanakan di Gedung Dadali Kabupaten Tegal. Setiap peserta selama lima menit memaparkan rencana bisnis di hadapan juri, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama lima menit.

Ketua Tim Kerja Kolaborasi Wirausaha Pemuda Kabupaten Tegal, Mohammad Romly Fazza mengatakan, presentasi rencana bisnis merupakan salah satu tahap yang wajib diikuti peserta program tersebut.

“Tim Kerja akan menilai kejujuran, bukti usaha dan niat yang sungguh-sungguh dari peserta menjalankan bisnisnya,”sebut Romly, kemarin.

Di hadapan peserta, Romly yang juga seorang pengusaha ini, mengatakan, dalam menjalankan usaha, seorang pengusaha pasti akan menghadapi banyak tantangan, yang selalu berubah seiring dengan perubahan zaman.

“Contohnya di dunia variasi, baik variasi motor, handphone, durasinya sangat pendek. Dalam jangka waktu satu, dua atau tiga bulan sudah membosankan, sehingga dibutuhkan inovasi,”jelasnya.

Dari inovasi yang dilakukan, lanjutnya,  akan mendapatkan nilai pengusaha yang nantinya akan menjalankan roda usahanya itu.

Romly mengataan, hasil penilaian presentasi tersebut akan menjadi pertimbangan juri untuk menetapkan peserta yang layak menjadi  28 besar. Pengumuman 28 besar, akan diumumkan pada bulan Oktober ini.

Sementara itu, dalam presentasi itu, masing-masing peserta memaparkan seluk beluk bisnis yang telah atau akan dijalankan. Seperti tim kerja yang dimiliki, visi misi, model bisnis, nilai yang diberikan kepada konsumen, analisa keuangan, dan apa saja yang hendak dicapai dalam waktu dua tahun ke depan.

Kholifatus Sanipah salah seorang peserta menyebutkan,dalam waktu dua tahun ingin memproduksi sabun buatannya sebanyak seribu buah per bulan. Saat ini, dengan dibantu suaminya, wanita yang menjalankan bisnis sabun sejak enam bulan lalu, telah menjual 500 buah sabun per bulan.

Sabun dengan bahan dasar virgin coconut oil (VCO) yang diracik dengan berbagai bahan tambahan seperto lemon, kunyit, bidara, susu, temulaak dan talas Jepang ini sudah  terjual di dalam maupun luar Kabupaten Tegal.

Sementara Dewi Nurkhikmah dengan prodek minuman Kunyite Mbak Dew, mengatakan, ingin mengembangkan bisnis minuman rempah, sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan. Ia meracik rempah-rempah seperti kunyit, jahe, sereh  dengan bunga telang, susu, dan bahan-bahan lainnya. Kemasan yang digunakan pun berbagai bentuk terbuat dari plastik atau kaca, sehingga tampil lebih menarik. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.