Jembatan Bailey Dibangun di Sungai Kemiri Telan Rp 470 Juta

* Jembatan Permanen Dibangun Tahun 2021

SLAWI – Jembatan Sungai Kemiri di Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, akan dibangun permanen pada tahun 2021 mendatang. Kini, untuk akses sementara warga desa tersebut, Pemkab Tegal membangun jembatan bailey yang menelan anggaran Rp 470 juta.

Pemasangan jembatan bailey ditinjau Bupati Tegal Umi Azizah bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tegal Hery Suhartono pada Kamis (8/10). Pemasangan jembatan sepanjang 30 meter itu, merupakan upaya perbaikan yang dilakukan Pemkab Tegal akibat terputusnya Jembatan Sungai Kemiri yang disebabkan oleh derasnya arus sungai pada Minggu (10/1) lalu.

“Sambil menunggu pembangunan jembatan permanen yang akan dikerjakan tahun depan, saya mohon masyarakat bisa menjaga dan merawat jembatan sementara ini. Jangan lupa juga untuk tidak membuang sampah disungai, jika terlanjur ada sampah yan gmenumpuk, segera gotong royong untuk dibersihkan, sehingga sampah yang ada tidak menghambat jalanya arus sungai,” ucap Umi Azizah.

Menurut Umi, salah satu penyebab terputusnya Jembatan Kali Kemiri adalah kondisi struktur jembatan yang sudah lama, ditambah sampah yang menumpuk dan tersangkut di tiang bawah jembatan mengakibatkan arus sungai tidak dapat mengalir dengan semestinya, sehingga beban arus tersebut menghantam konstruksi dan mengakibatkan jembatan ambruk.

Hery Suhartono juga memaparkan bahwa Pemkab Tegal telah menganggarkan dana sebesar Rp 535 juta untuk pembangunan Jembatan Sungai Kemiri yang tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) DPU tahun 2020. Setelah dilelang anggaran dirubah menjadi Rp 470 juta. Dijelaskan, fondasi jembatan penghubung antar desa itu sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak dua tahun lalu. Penyebabnya diduga akibat timbunan sampah seperti dahan atau ranting pohon yang hanyut di sungai dan menyangkut di pilar tengah jembatan.

“Kami berharap masyarakat bisa ikut menjaga kebersihan sungai. Jangan buang sampah di sungai,” pintanya.

Hery menuturkan jika pihaknya sudah menyiapkan dokumen perencanaan untuk keperluan lelang pembuatan permanen jembatan lama yang sudah dianggarkan dengan pagu anggaran Rp 2,4 miliar untuk tahun 2021.

“Target untuk menyelesaikan jembatan sementara ini kurang lebih satu minggu. Saya berharap meskipun sementara, setidaknya akses masyarakat bisa normal kembali,” pungkasnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.