Tak Dianggarkan, Program Jogo Tonggo Tidak Maksimal

SLAWI – Program Jogo Tonggo yang dicetuskan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Tegal, dinilai kurang maksimal. Hal itu dikarenakan program itu tidak ada anggarannya. Kendati ada bantuan dari Pemprov Jateng dan Pemkab Tegal, namun para relawan tidak diberikan anggaran operasional.

“Relawan murni tidak ada biaya maupun operasional, makanya tidak bisa maksimal,” kata Ketua Paguyuban Kades Praja Kabupaten Tegal, Mulyanto, Rabu (23/9).

Kades Dermasuci, Kecamatan Pangkah itu mengaku, tetap menjalankan program Jogo Tonggo itu. Program itu telah dijalankan sejak diberlakukan Gubernur Ganjar pada beberapa bulan lalu. Semua desa sebanyak 187 desa/ kelurahan di kabupaten itu, membentuk Satgas Jogo Tonggo di setiap RW. Kendati tidak ada anggaran operasional, tapi program itu berjalan.

“Kalau bantuan keuangan tidak ada, baik dari Pemprov maupun Pemkab. Bantuan hanya APD disinfektan, dan perlengkapan lainnya,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut dia, semua desa diharapkan terus menjalankan program Jogo Tonggo dan melakukan penyemprotan dua kali selama sepekan. Kendati sangat membutuhkan anggaran operasional, tapi keuangan desa dan Pemkab Tegal sangat minim.

“Kami hanya bisa gotong royong untuk biaya operasional relawan Jogo Tonggo,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Faroh menuturkan, bantuan dari Pemkab Tegal dan Pemprov Jateng berupa sembako untuk warga terdampak Covid-19. Selain itu, bantuan juga berupa perlengkapan APD dan lainnya.

“Kalau bantuan keuangan untuk operasional relawan belum ada,” terangnya.(Wiwit-red03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.