Sumur di Sungai Ciraja Tambakserang Dipastikan Mengandung Minyak

BP3 ESDM Jateng : Jangan Dikonsumsi

BUMIAYU- Sumur di Sungai Ciraja, Desa Tambakserang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, dipastikan mengandung minyak. Wargapun diminta tidak memanfaatkannya untuk keperluan konsumsi.

Hal itu disampaikan Kasi Energi Balai Pengkajian Pengendalian dan Pengawasan (BP3) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng Sigit Widiadi saat meneliti sumur tersebut, Rabu (23/9) kemarin.

Sebelumnya, warga dibuat kaget lantaran sumur yang dibuat di Sungai Ciraja tidak saja mengeluarkan air, tapi juga cairan kental berwarna coklat yang diduga minyak mentah. Wargapun kemudian membuktikan dengan menyulut cairan tersebut dengan api dan langsung terbakar.

“Cairan kental berwarna coklat itu memang minyak. Jadi sebaiknya air sumur ini jangan dikonsumsi,” kata Sigit Widiadi.

Sigit yang didampingi Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Brebes Julining Pirula Dewi, menjelaskan, Bantarkawung merupakan satu area yang struktur dan batuannya banyak mengandung karbonat atau fosil. Kondisi inilah yang menyebabkan minyak bumi keluar ke permukaan.

“Di sini (Tambakserang) ada struktur sesar naik dan batuannya ada napal dan karbonatan. Batuan Sesar naik ini adalah pasir yang masih mengandung fosil cangkang Moluska. Ini yang mengalirkan minyak minyak itu ke celah celah yang digali warga saat membuat sumur,” paparnya.

Lalu seberapa besar potensi cadangan minyak di Bantarkawung? Sigit menegaskan perlu dilakukan penelitian lanjutan.”Perlu dihitung, dilab-kan. Tapi berdasarkan penelitian yang pernah saya baca, (potensinya) kecil,” ujarnya.

Kepala Desa Tambakserang Usep Asikin mengatakan sumur yang dibuat warga di Sungai Ciraja sebenarnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih.”Namun ternyata bukan hanya air yang keluar, tapi juga minyak,” kata kades.

Menurutnya, kejadian sumur mengeluarkan minyak ini merupakan yang kedua.”Pertama sekitar tahun 1997 di Sungai Curug Luhur Karangnyar,” katanya. Potensi minyak, lanjut kades, pernah diteliti oleh sejumlah perguruan tinggi dan Pertamina.”Tapi kami tidak pernah mengetahui hasil penelitian tersebut,” ujarnya.

Guna mengatasi kesulitan air bersih, pemerintah desa akan mengajukan bantuan sumur bor ke pemerintah seperti yang disarankan BP3 ESDM Jateng.”Segera kami buat pengajuannya. Pemkab agar ikut mendukung sehingga persoalan air bersih di desa kami teratasi,” katanya. (Teguh Tribowo/red38)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.