Gedung DPRD Brebes Ditutup Sementara

- Menyusul Ketua Dewan Positif Covid-19

0 223

BREBES – Gedung DPRD Kabupaten Brebes, di Jalan Gajah Mada Kota Brebes, Jumat (11/9) ditutup sementara dari semua aktivitas perkantoran. Langkah itu dilakukan Sekretariat DPRD Brebes untuk dilaksanakan sterilisasi gedung, menyusul Ketua DPRD Kabupaten Brebes, Moh Taufik dinyatakan positif terkonfirmasi virus corona (Covid-19).

Sekretaris DPRD Kabupaten Brebes, Komar mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran, Gedung DPRD ditutup sementara dari semua aktivitas. Selama ditutup itu dilakukan sterilisasi di seluruh bagian gedung dengan penyemprotan desinfektan. Langkah lain dengan melakukan rapid swab test terhadap seluruh anggota DPRD dan karyawan dilingkungan Sekretariat DPRD. Jumlahnya ada sebanyak 149 orang, rinciannya 49 orang anggota DRPD dan 100 orang karyawan Sekretariat DPRD.

“Kita antisipasi dengan rapid swab test dan sterilisasi gedung DPRD. Untuk itu, gedung DPRD sementara ditutup selama sehari pada Jumat ini. Selanjutnya, Senin (14/9) kegiatan mulai aktif kembali dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan pemberlakuan Work From Home (WFH) secara bergantian bagi para karyawan sekertariat DPRD,” ujarnya. Jumat (11/9).

Lebih lanjut dia mengatakan, dari rencana rapid swab tersebut, hingga hari ini sudah sebanyak 60 orang yang menjalaninya. Yakni, sebanyak 7 anggota DPRD dan 53 karyawan sekretariat dewan. “Mengingat keterbatasan tim medis dan kelengkapannya, pemeriksaan selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Senin (14/9),” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, dr Sartono mengatakan, Ketua DPRD Brebes dinyatakan positif dari hasil swab yang dikeluarkan RSUD Brebes. “Kemarin siang, bapak ketua dewan ini masuk ke RSUD Brebes. Dari pemeriksaan swab, hasilnya positif dan sekarang sedang menjalani perawatan di RSUD,” ujarnya,.

Dia mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan atas kondisi Ketua DPRD Brebes. Terakhir, kondisi yang bersangkutan sangat membaik dan mudah-mudahan tidak terlalu lama menjalani perawatan. Dari hasil pemeriksaan, pasien memang mempunyai penyakit bawaan. Yakni, mengidap diabetes melitus atau kencing manis. “Kondisi Ketua DPRD saat ini sudah sangat membaik, mudah mudahan tidak lama akan sembuh,” terangnya.

Atas kasus positif itu, lanjut dia, Dinkes kini telah melakukan tracing terhadap yang memiliki kontak erat dengan pasien. Dari data yang dimiliki, sementara ada sebanyak 11 orang dan saat ini tengah menjalani rapid serta swab test. Mereka merupakan orang-orang yang bertugas sebagai staf pribadi ketua DPRD. Selain mereka, Bupati Brebes Idza Priyanti juga menjalani swab atas permintaannya sendiri. Itu karena bupati sempat kontak dengan Ketua DPRD saat menghadiri rapat paripurna. Jumlah orang yang ditracking itu kemungkinan bisa bertambah. “Tadi baru ada 11 orang yang sedang jalani rapid swab test. Semalam bupati bersama suaminya juga menjalani swab karena sempat kontak saat rapat paripurna,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sesuai Standar Operasional (SOP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terbaru, bagi orang yang pernah kontak dengan pasien positif selama 14 hari kedepan dilakukan pengamatan. Sepanjang 14 hari itu tidak muncul gejala, maka dinyatakan tidak masalah dan selesai. Namu ketika muncul gejala, akan dilakukan tindakan penanganan. “Aturan ini yang sekarang kami pakai. Tapi, lain persoalan ketika orang yang kontak itu panik dan minta diperiksa, kami siapkan rapid serta swab,” pungkasnya.

(setiawan/red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.