Tahun 2020, Sejumlah Agenda Askot PSSI Tertunda

0 39

 

PEKALONGAN – Asosiasi Kota (Askot) PSSI Pekalongan selama dua tahun ini telah menjalankan program kerjanya, mulai dari pembinaan usia dini hingga pelaksanaan kompetisi lokal baik divisi 1 maupun 2. Namun untuk tahun 2020, sejumlah agenda tahunan yang digelar induk sepak bola di Kota Batik tertunda lantaranya adanya pandemi covid 19. Selama pandemi, sesuai instruksi pemerintah agar semua sektor harus mematui protokoler kesehatan sehingga even seperti kompetisi lokal belum dapat direalisasikan.
Demikian dikatakan Ketua Askot PSSI Pekalongan, Eko Kalongguh saat memberikan sambutan dalam acara kongres biasa yang mengambil tema ”Satu Tekat Membangun Sepak Bola Kota Pekalongan” di aula gedung DPRD setempat, tadi siang. Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD, Hj Balgis Diab, Ketua KONI, Mucahmmad C Maretan, Kepala Dinparbudpora, Sutarno, perwakilan Forkompinda, dan klub yang terdaftar di Askot PSSI Pekalongan. Wali Kota dan Wakilnya, Saelany Machfud dan HA Afzan Arsaln Djunaid juga diundang, namun belum bisa hadir dalam kongres tersebut.
”Mohon maaf kepada seluruh klub di Askot karena kami belum bisa menyelenggarakan kompetisi Divisi 1 dan 2 karena situasi masih ada wabah virus corona,” tegas dia.
Dengan adanya kongres ini, diharapkan bisa menelurkan program kerja Askot yang lebih bagus lagi guna membangun sepak bola Kota Pekalongan. Eko sangat bangga, selama kepemimpinannya cukup banyak klub-klub lokal yang mendaftarkan diri sebagai anggota Askot. Sampai sekarang, yang sudah menjadi anggota sebanyak 16 tim yang berada di Divisi 1 dan 49 di Divisi II sehingga tahun depan persaingan dalam kompetisi lokal menjadi semakin sengit.
Sementara itu, Ketua Panitia Kongres, Safrudin menegaskan kegiatan tersebut merupakan amanat dari Kongres Asprov Jateng di Salatiga beberapa waktu lalu yang berharap membangkitkan sepak bola di seluruh Kota dan Kabupaten. Salah satu langkah untuk membangkitkan sepak bola yakni memunculkan pemain usia muda yang handal. Khususnya di Kota Pekalongan, sepertinya masih kurang karena setiap kali kompetisi berlangsung yang muncul pemain-pemain senior.
”Makanya dengan adanya kongres ini, kami ingin perwakilan daru klub bisa memberikan usulan sehingga apa yang diinginkan Asprov PSSI Jateng dapat terealisasikan dengan baik,” katanya saat ditemui sejumlah wartawan.
Sedangkan Ketua DPRD, Hj Balgis lebih fokus pada sarana dan prasarana sepak bola yang ada di Kota Pekalongan. Menurutnya, di wilayah kerjanya terdapat sejumlah lapangan sepak bola yang masih belum difungsikan dengan baik bagi klub-klub. Untuk itu, dia meminta kepada OPD yang menangani masalah ini, seperti Dinparbudpora supaya menginventarisir lapangan mana yang sudah ada namun belum difungsikan maupun daerah mana saja yang butuh sarana untuk bermain sepak bola.
Mengenai pelaksanaan kongres, Balgis sangat mengapresiasi karena kegiatan tersebut perlu dilakukan untuk mempererat hubungan antara Askot sebagai induk sepak bola dan klub-klub di daerahnya. Dia berharap, hasil dari kongres bisa membuat program kerja Askot yang bagus di tahun depan. (Achid Nugroho/R8 )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.