Hasil Swab Lama, RSUD Soeselo Akan Bangun RT-PCR

0 23

SLAWI – RSUD Dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal berencana membangun sarana laboratorium pemeriksaan uji Real Time- Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Alat itu digunakan untuk uji spesimen swab pada kasus suspek dan konfirmasi Virus Corona (Covid-19).

“Semakin cepat hasil pemeriksaan spesimen swab tersebut diperoleh, semakin cepat pula jaringan kontak lainnya terdeteksi dan dibatasi interaksinya dengan menerapkan karantina mandiri,” kata Direktur RSUD Dr Soeselo Slawi, Guntur Muhammad Taqwin saat menggelar Konferensi Pers Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Kamis (13/8).

Dikatakan, pembelian perangkat RT-PCR tersebut ditujukan agar hasil uji spesimen swab pada kasus suspek dan konfirmasi secepatnya diketahui. Dengan demikian, setiap kasus konfirmasi Covid-19 yang muncul cepat dikendalikan, termasuk penyebarannya melalui kontak erat bisa segera dibatasi.

“Selama ini, untuk mengetahui hasil pemeriksaan swab, kita masih bergantung pada laboratorium di luar kota. Seringkali hasilnya baru kita ketahui antara satu hingga dua minggu dari waktu penerimaan spesimen swab di laboratorium tersebut. Delay waktu inilah yang harus kita perpendek karena idealnya hasil pemeriksaan swab sudah langsung bisa diketahui dalam sehari,” kata Guntur.

Menanggapi rencana itu, Bupati Tegal Umi Azizah sangat mendukung dibuatnya laboratorium pemeriksaan kesehatan yang ditunjang peralatan RT-PCR. Umi menilai, dengan adanya fasilitas uji RT-PCR di RSUD dr Soeselo ini nanti, maka Kabupaten Tegal bisa menjadi rujukan layanan pemeriksaan RT-PCR daerah lainnya.

“Begitu laboratorium RT-PCR-nya sudah siap, sangat dimungkinkan jika paginya diambil sampel swabnya, maka siang ataupun sore harinya bisa diketahui hasilnya. Keberaraan laboratorium dengan kemampuan RT-PCR ini juga untuk kepentingan jangka panjang, bahkan saat Covid-19 sudah bisa dikendalikan karena vaksin yang ada berfungsi efektif melawan virus,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji menyampaikan, anggaran pembuatan laboratorium dan pengadaan peralatan RT-PCR bersumber dari Belanja Tak Terduga APBD Kabupaten Tegal Tahun 2020 tahap dua hasil refocusing yang dikelola pihaknya. “Anggaran pengadaan laboratorium dan alat RT-PCR kita alokasikan Rp 4,2 miliar. Ada banyak manfaat sebagaimana yang telah disampaikan direktur RSUD Soeselo dan Bupati Tegal. Intinya, dengan memiliki sarana laboratorium sendiri, kita tidak perlu jauh-jauh mengirimkan spesimen swab kasus Covid-19 ke laboratorium yang ada di Kota Semarang, Surakarta ataupun Yogyakarta,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.