Patok Harga Terlalu Tinggi, Pedagang Ayam Mogok Berjualan

0 21

TEGAL – Meroketnya harga daging ayam broiler dari Perusahaan Terbatas (PT) sejak beberapan bulan silam membuat pengepul dan pedagang daging ayam di Kota Tegal bertindak tegas. Mereka sepakat untuk tidak berjualan dan menerima pasokan ayam dari PT.

Aksi mogok berjualan itu merupakan imbas dari kesewenang-wenangan PT yang mematok harga ayam potong diluar nalar. Biasanya, pedagang dapat menjual daging ayam kepada konsumen Rp 30 ribu per kilogram, kini terpaksa menjual Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu.

Seorang pengepul ayam berinisial K mengaku, distribusi ayam broiler di Kota Tegal berasal dari perseroan terbatas (PT). Rantainya mulai dari PT kemudian ke broker, pengepul, pedagang pasar, dan terakhir ke konsumen.

“Harga ayam mahal memang sudah terjadi dimana-mana. Pertama, memang karena imbas pandemi dan kedua karena harga daging ayam melonjak lantaran PT mengambil untung terlalu tinggi,” tegasnya.

Tingginya harga yang dipatok PT terjadi, karena beberapa waktu lalu PT mengalami kerugian cukup besar akibat ditolaknya pengiriman ayam ke beberapa daerah. Namun, para pengepul merasa

keuntungan yang diambil saat ini terlalu tinggi dan terlalu lama.

“Kalau ambil untung harusnya yang wajar-wajar saja dan tidak perlu berlarut-larut. Saya contohkan, semisal kontrak dengan peternak dijual Rp 16 ribu per kilogram. Kemudian dari perusahaan dijual ke broker Rp 18 ribu, Rp 19 ribu, hingga Rp 20 ribu itu tidak masalah. Lah ini, dari peternak Rp 16 ribu dijualnya sampai Rp 24 ribu sampai Rp 25 ribu,” tandasnya.

Menurut K, pengepul ayam broiler yang masuk dalam paguyuban pedagang ayam wilayah Tegal- Slawi- Brebes, mogok mengambil stok dari PT untuk memberi peringatan. Mereka berharap, pihak PT dapat menormalkan kembali harga ayam seperti semula.

Sebab, selain pengepul dan penjual, banyak para konsumen yang dirugikan dengan permainan harga tinggi tersebut.

“Harapan kami harga bisa normal kembali. Ambil keuntungan tidak terlalu tinggi. Jadi perusahaan untung, masyarakat mampu beli, dan kami juga ambil untung. Kalau begini, nanti kami yang dikira masyarakat mengambil untung banyak,” tutupnya. (Haikal/ red10)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.